Berita

Lestarikan Adat Istiadat, Polsek Alas Kawal Ketat Tradisi Mongguk Beriring Musik Kecimol di Desa Baru

×

Lestarikan Adat Istiadat, Polsek Alas Kawal Ketat Tradisi Mongguk Beriring Musik Kecimol di Desa Baru

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Kepolisian Sektor (Polsek) Alas terus hadir memberikan pelayanan pengamanan terbaik dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk tradisi budaya lokal. Jajaran kepolisian mengawal jalannya kegiatan pertunjukan Mongguk yang diiringi musik tradisional Kecimol dalam rangkaian adat khitanan warga keturunan Sasak di Dusun Masjid, Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Jumat (11/09/2026) sore.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Alas Kompol Satrio, S.H., dalam pengamanan kegiatan adat yang berlangsung meriah ini dipimpin langsung oleh aparat kepolisian bersama unsur TNI, melibatkan beberapa personel gabungan dan dihadiri perangkat desa, panitia, kru seni, serta ratusan penonton.

Sebelum kegiatan dimulai pada pukul 15.00 WITA, petugas Bhabinkamtibmas bersama tim pengamanan terlebih dahulu memberikan imbauan kamtibmas kepada panitia, kru musik, dan para peserta. Petugas mengingatkan agar seluruh pihak bersama-sama menjaga keamanan, mengatur jalannya iring-iringan agar tidak mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan lain, serta mematuhi aturan panitia.

“Kehadiran personel di tengah tradisi Mongguk ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus merawat kamtibmas agar perayaan adat khitanan warga berjalan khidmat dan aman,” ujar Kapolsek Alas.

Selain itu, aparat kepolisian juga memberikan penekanan tegas agar para peserta Mongguk dan kru musik tidak membawa senjata tajam (sajam) serta tidak mengonsumsi minuman keras (miras) demi menghindari potensi gangguan keamanan.

“Kami hadir melakukan pengamanan dan monitoring langsung terhadap tradisi Mongguk dan musik Kecimol ini agar rangkaian adat khitanan warga berjalan lancar, tertib, serta tidak mengganggu pengguna jalan lain, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar petugas di sela-sela kegiatannya.

Tradisi Mongguk yang diiringi musik Kecimol dari grup asal Kecamatan Alas Barat ini merupakan bentuk kecintaan warga keturunan Sasak di Desa Baru dalam merawat dan melestarikan warisan budaya leluhur menjelang prosesi khitan. Berkat pengamanan ketat yang dilakukan Polsek Alas bersama unsur TNI dan perangkat desa, seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir pukul 17.00 WITA tersebut dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…