Berita

Polsek Kopang Tingkatkan Patroli Objek Vital, Sasar Bank NTB Cabang Pembantu

×

Polsek Kopang Tingkatkan Patroli Objek Vital, Sasar Bank NTB Cabang Pembantu

Share this article

Lombok Tengah, NTB — Kepolisian Sektor (Polsek) Kopang, Polresta Lombok Tengah, meningkatkan kegiatan patroli pada sejumlah objek vital guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, salah satunya di Kantor Bank NTB Cabang Pembantu Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada Sabtu (12/9/2026) mulai pukul 00.00 WITA hingga selesai, dengan melibatkan anggota piket jaga Polsek Kopang yang dipimpin oleh Kanit Samapta Polsek Kopang.

Dalam kegiatan tersebut, personel menyambangi Kantor Bank NTB Cabang Pembantu Kopang Rembiga untuk memastikan situasi keamanan di sekitar kawasan perbankan tetap kondusif.

Petugas juga memberikan imbauan kepada sekuriti yang sedang melaksanakan tugas agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta rutin melakukan kontrol dan pengecekan di seluruh area kantor bank.

Kasi Humas Polresta Lombok Tengah IPTU L. Brata Kusnadi mengatakan, patroli objek vital merupakan salah satu upaya kepolisian dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan, khususnya pada fasilitas yang menjadi pusat pelayanan masyarakat.

“Patroli ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Kami juga mengingatkan petugas keamanan agar selalu waspada dan rutin melakukan pengecekan di sekitar lingkungan objek vital,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya mengajak seluruh petugas keamanan maupun masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan.

“Kami berharap sinergi antara kepolisian, petugas keamanan dan masyarakat terus ditingkatkan sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polresta Lombok Tengah tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…