Berita

Sat Binmas Polres Bima Kota Hadiri Gerakan Pangan Murah, Dukung Stabilitas Harga dan Serapan Hasil Panen Petani Lokal

×

Sat Binmas Polres Bima Kota Hadiri Gerakan Pangan Murah, Dukung Stabilitas Harga dan Serapan Hasil Panen Petani Lokal

Share this article

Kota Bima, NTB – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Bima Kota menghadiri kegiatan Operasi Pasar/Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bima dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Kamis (30/7/2026) pukul 09.00 WITA, bertempat di Kantor Kelurahan Rontu, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Binmas IPTU Agus Supriyanto menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut Polres Bima Kota diwakili oleh Kanit Binpolmas AIPTU Munawar Halil sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan sinergi antara Pemerintah Kota Bima, Perum Bulog, dan berbagai instansi terkait untuk mengoptimalkan daya beli masyarakat terhadap hasil panen kelompok tani lokal, sekaligus menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di wilayah Kota maupun Kabupaten Bima.

Kasat Binmas menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan membantu Perum Bulog memperluas penyerapan hasil panen petani lokal sehingga memberikan manfaat bagi para kelompok tani, sekaligus menyediakan kebutuhan pokok, khususnya beras kualitas medium, dengan harga yang lebih murah bagi masyarakat.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sementara di sisi lain hasil panen petani lokal dapat terserap secara optimal oleh Bulog. Hal ini merupakan bentuk sinergi bersama dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat,” ujar IPTU Agus Supriyanto.

Kehadiran Sat Binmas Polres Bima Kota dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan Polri terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat antusiasme dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…