Lombok Barat, NTB – Kepulan asap tebal yang tiba-tiba membumbung dari sebuah bangunan kosong di Dusun Tanak Embet Barat, Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (26/7/2026) sore, sontak mengundang perhatian warga.
Bangunan bekas Cafe Blue Safir terbakar sekitar pukul 16.20 WITA. Api dengan cepat membesar dan melalap bagian atap bangunan hingga menyebabkan kerusakan berat.
Mendapat laporan kebakaran, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Batulayar Komando Rayon MIliter (Koramil) 1606-07/Gunungsari, Serka Deddy Heriawan, bersama Komandan Koramil (Danramil) 1606-07/Gunungsari dan anggota seerta unsur terkait langsung melakukan monitoring sekaligus melaksanakan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan aman serta mencegah warga mendekat ke area yang berpotensi membahayakan.
Asap Tipis Berubah Menjadi Kobaran Api
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kejadian bermula saat terlihat asap tipis dari bangunan kosong tersebut. Sekitar 10 menit kemudian, asap semakin tebal hingga menyelimuti bangunan. Tak lama berselang, kobaran api terlihat membesar dan membakar bagian atap.
Warga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pemadam Kebakaran Kecamatan Batulayar. Respons cepat dapat dilakukan karena jarak kantor pemadam kebakaran dengan lokasi kejadian hanya sekitar ±100 meter.
Sebanyak tiga unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Dengan dukungan Babinsa, anggota Polsek Batulayar, GP Ansor, serta masyarakat sekitar, proses pemadaman berlangsung dengan aman dan terkendali.
Api Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban Jiwa
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran sekitar pukul 17.15 WITA.
“Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, satu bangunan mengalami kerusakan berat dengan kerugian material yang ditaksir mencapai ±Rp30 juta,” terang Serka Deddy Heriawan, Babinsa Batulayar Barat.
“Dari informasi awal yang diperoleh di lapangan, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Meskipun bangunan tersebut sudah tidak digunakan, aliran listrik disebut masih tetap menyala pada malam hari,” tambahnya.
Kehadiran Babinsa bersama unsur terkait dalam penanganan kejadian ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan setiap situasi darurat di wilayah binaan dapat segera ditangani.












