Berita

Petani dan Peternak Bersinergi, Bhabinkamtibmas Soriutu Jadi Jembatan Penyelesaian Masalah

×

Petani dan Peternak Bersinergi, Bhabinkamtibmas Soriutu Jadi Jembatan Penyelesaian Masalah

Share this article

Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan serta mendukung program ketahanan pangan di wilayah binaan, Bhabinkamtibmas Desa Soriutu Polsek Manggelewa, BRIPKA Sugiyanto, melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan para petani bawang di Dusun Manggelewa, Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 16.00 WITA hingga selesai.

Pada kesempatan tersebut, BRIPKA Sugiyanto berdialog langsung dengan para petani bawang sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas terkait pentingnya menjaga hubungan harmonis antara petani dan peternak yang sama-sama menjadi bagian penting dalam sektor ketahanan pangan di Desa Soriutu.

Bhabinkamtibmas mengimbau agar lahan tanaman bawang dipagari dengan baik mengingat Desa Soriutu merupakan wilayah yang juga memiliki aktivitas peternakan. Apabila terjadi ternak yang masuk ke area pertanian dan merusak tanaman, masyarakat diminta untuk tidak mengambil tindakan sendiri atau main hakim sendiri. Sebaliknya, warga diimbau mendokumentasikan kejadian tersebut, seperti merekam video ternak yang masuk ke lahan, sehingga pemilik ternak dapat diketahui dan permasalahan dapat diselesaikan melalui musyawarah maupun dengan melibatkan Bhabinkamtibmas.

Melalui pendekatan persuasif tersebut, diharapkan potensi konflik antara petani dan peternak dapat dicegah, sehingga tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif di lingkungan masyarakat.

Kapolsek Manggelewa, IPTU Zainal Arifin, S.IP., menjelaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

“Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi yang baik antara petani dan peternak. Dengan pendekatan yang humanis, setiap potensi permasalahan dapat diselesaikan secara musyawarah sehingga sektor pertanian dan peternakan dapat berkembang secara seimbang. Kedua sektor ini merupakan penopang ketahanan pangan yang harus sama-sama dijaga dan didukung,” ujar IPTU Zainal Arifin.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Bhabinkamtibmas dalam membangun sinergi antara masyarakat, khususnya petani dan peternak.

Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial melalui pendekatan yang mengedepankan dialog, musyawarah, dan kebersamaan.

“Polres Dompu terus mendorong seluruh Bhabinkamtibmas agar aktif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat, termasuk dalam mendukung sektor pertanian dan peternakan. Dengan komunikasi yang baik serta penyelesaian setiap persoalan secara kekeluargaan, diharapkan situasi kamtibmas tetap kondusif dan program ketahanan pangan di Kabupaten Dompu dapat berjalan optimal,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Hasil yang dicapai adalah terpeliharanya hubungan harmonis antara petani bawang dan peternak di Desa Soriutu, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus mendukung keberlangsungan sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar ketahanan pangan di Kabupaten Dompu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…