Bali NusraBeritaBerita NTBKLULombokLombok UtaraLotaraNTBNTB One TerkiniTNI-Polri

Lomba Gasing Meriah, Babinsa Selelos Pastikan Kegiatan Aman

×

Lomba Gasing Meriah, Babinsa Selelos Pastikan Kegiatan Aman

Share this article

Lombok Utara, NTB – Suara sorak-sorai dan riuh kegembiraan anak-anak serta remaja menggema di Dusun Serungga, Desa Selelos, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Di tengah suasana penuh semangat tersebut, puluhan peserta tampak serius memutar dan mengadu ketangkasan gasing dalam sebuah lomba permainan tradisional yang digelar oleh para pemuda setempat, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Desa Selelos itu berlangsung meriah hingga selesai. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, lomba gasing tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkumpul, berkompetisi secara sehat, sekaligus mengenal kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Selelos, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-10/Gangga, Serka Sudito, turut hadir melaksanakan pengamanan dan pemantauan di lokasi kegiatan.

Babinsa Pastikan Kegiatan Berjalan Aman

Serka Sudito mengatakan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian terhadap berbagai aktivitas positif yang digelar warga di wilayah binaan.

“Selain melakukan pengamanan, kami juga mengimbau seluruh peserta dan penonton agar tetap menjaga ketertiban, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung,” ujar Serka Sudito.

Menurutnya, lomba gasing tidak sekadar menjadi ajang perlombaan atau hiburan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam menjaga keberadaan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

“Melalui kegiatan ini, para pemuda diharapkan semakin mencintai budaya lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi, kekompakan, dan kebersamaan antarwarga,” harapnya.

Tradisi Lama, Semangat Generasi Muda

Antusiasme peserta dan penonton menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan hiburan digital, lomba gasing menjadi pengingat bahwa permainan sederhana juga mampu menghadirkan kebahagiaan, kebersamaan, serta semangat kompetisi yang sehat.

Ketua Panitia, Sahrudin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Babinsa yang turut membantu menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang telah hadir memberikan pengamanan dan dukungan sehingga lomba gasing ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus melestarikan permainan tradisional,” tutur Sahrudin.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut kembali menunjukkan komitmen TNI AD untuk selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung berbagai kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

Melalui sinergi antara TNI, pemerintah desa, pemuda, panitia penyelenggara, dan masyarakat, kegiatan sederhana seperti lomba gasing mampu menjadi sarana memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga budaya lokal tetap hidup.

Dari sebuah gasing yang berputar, tumbuh semangat kebersamaan. Dari sebuah perlombaan sederhana, lahir pesan penting bahwa menjaga tradisi adalah bagian dari merawat jati diri dan membangun generasi muda yang aktif, kreatif, sportif, serta mencintai budaya daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…