Berita

Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota Laksanakan Pengamanan Objek Vital Nasional di PLTU Bima

×

Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota Laksanakan Pengamanan Objek Vital Nasional di PLTU Bima

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjamin keamanan objek vital nasional serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, Unit Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Sat Samapta Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan pengamanan di kawasan PT PLN (Persero) UPP Nusa Tenggara 1 PLTU Bima, Sabtu (25/7/2026) pukul 08.00 Wita.

Kegiatan pengamanan tersebut dilaksanakan di area PT PLN (Persero) UPP Nusa Tenggara 1 PLTU Bima sebagai salah satu objek vital nasional yang memiliki peran penting dalam penyediaan pasokan energi listrik bagi masyarakat.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Samapta IPTU Kamaruddin menjelaskan bahwa personel Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota melaksanakan pengamanan terhadap aset milik PT PLN UPP Nusa Tenggara 1 PLTU Bima sekaligus melakukan patroli di seluruh area perusahaan.

“Pengamanan ini bertujuan untuk memastikan keamanan objek vital nasional tetap terjaga serta mengantisipasi adanya tindak kejahatan maupun berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat operasional PLTU Bima,” ujar IPTU Kamaruddin.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli di sejumlah titik strategis di lingkungan PLTU, memantau situasi keamanan, serta berkoordinasi dengan petugas keamanan internal guna memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan dengan aman dan lancar.

Kasat Samapta menambahkan bahwa kegiatan pengamanan objek vital nasional merupakan tugas rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polres Bima Kota dalam memberikan perlindungan terhadap aset-aset strategis negara yang memiliki peranan penting bagi kepentingan masyarakat.

Melalui kehadiran personel Polri di kawasan objek vital nasional, diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada pihak pengelola, mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun aksi sabotase, serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Bima Kota sehingga operasional PT PLN (Persero) UPP Nusa Tenggara 1 PLTU Bima dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…