Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahLombokLombok BaratMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniOlahragaPariwisataPerairanPeristiwaSinergitas Pemda TNI POLRIWisata

Eksebisi Ski Air NTB Jadi Lompatan Menuju PON 2028

×

Eksebisi Ski Air NTB Jadi Lompatan Menuju PON 2028

Share this article

Lombok Barat, NTB – Gemuruh semangat para atlet di atas permukaan air menjadi penanda penting bagi masa depan olahraga Ski Air dan Wakeboard di Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah menampilkan persaingan penuh sportivitas dalam ajang eksebisi Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) NTB XII, cabang olahraga ini kini menatap target lebih besar yakni menyiapkan atlet terbaik untuk meraih dua medali emas pada PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di NTB dan Nusa Tenggara Timur.

 

Semangat tersebut mengemuka dalam penutupan dan pembagian hadiah Eksebisi Cabang Olahraga Ski Air dan Wakeboard Provinsi NTB yang berlangsung di Villa Griya Kalla, Dusun Labuan Tereng, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (25/7/2026).

 

Kegiatan tersebut turut dimonitor Bintara Pembina Desa (Babinsa) Labuan Tereng, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung, Serka I Nengah Wijaya Antara. Sejumlah tamu undangan hadir, termasuk Komandan Lanal Mataram Letkol Laut (P) Eko Darmawan, S.T., M.Si., jajaran TNI AL, unsur kepolisian, pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, panitia, serta para atlet Ski Air dan Wakeboard.

 

Dari Eksebisi Menuju Target Dua Emas

 

Komandan Lanal Mataram dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perjuangan para pengurus dan seluruh pihak yang selama ini berkomitmen mempertahankan serta mengembangkan cabang olahraga Ski Air dan Wakeboard di NTB.

 

Menurutnya, meskipun tergolong sebagai cabang olahraga yang relatif baru di NTB, Ski Air dan Wakeboard memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkesinambungan dan diperluas hingga tingkat kabupaten dan kota.

 

“Perjuangan masih panjang. Kita harus mulai mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi PON Tahun 2028,” ucapnya.

 

Ia juga berharap ke depan semakin banyak kabupaten dan kota di NTB yang berpartisipasi. Dengan demikian, pembinaan atlet dapat berjalan lebih merata dan mampu melahirkan talenta-talenta terbaik dari berbagai daerah.

 

Ajang Uji Kemampuan Atlet

 

Ketua Umum Ski Air NTB turut menegaskan bahwa eksebisi tersebut bukan sekadar ajang perebutan medali. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mengukur kemampuan, membangun mental bertanding, serta mempersiapkan atlet menuju persaingan yang lebih tinggi.

 

Perairan Lombok Barat menjadi saksi perjuangan para atlet yang menunjukkan keberanian, teknik, konsentrasi, dan ketangguhan. Setiap gerakan di atas air menjadi bagian dari proses panjang untuk membentuk atlet yang siap bersaing di tingkat nasional.

 

“Ajang tersebut juga menjadi simulasi penting menuju PON XXII Tahun 2028. NTB bersama NTT akan menjadi tuan rumah, sehingga momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk membangun kekuatan olahraga daerah,” tegas Nicko Satria Saputra, Ketua Umum Persatuan olahraga Ski Air dan Wakeboard Lombok Barat.

 

Para atlet yang berhasil meraih prestasi pun mendapat apresiasi. Sementara itu, atlet yang belum berhasil diharapkan tidak patah semangat. Sebab, setiap pertandingan merupakan bagian dari proses menuju prestasi yang lebih besar.

 

Penutupan Berlangsung Aman dan Lancar

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Patriot. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pengalungan medali dan foto bersama.

 

“Dari Labuan Tereng, semangat olahraga NTB kembali ditegaskan. Bukan hanya untuk merayakan kemenangan hari ini, tetapi juga untuk menyiapkan generasi atlet yang mampu mengibarkan nama NTB di panggung olahraga nasional melalui target besar dua medali emas pada PON 2028,” tutup Nicko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…