Bali NusraBeritaBerita NTBLingkunganLombokLombok BaratNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRI

Aksi Babinsa dan Warga Pulihkan Aliran Irigasi Banyumulek

×

Aksi Babinsa dan Warga Pulihkan Aliran Irigasi Banyumulek

Share this article

Lombok Barat, NTB – Tumpukan sampah yang menyumbat saluran irigasi bukan hanya menghambat aliran air, tetapi juga mengancam aktivitas pertanian dan kenyamanan warga. Melihat kondisi tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Banyumulek, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung, Serka Sakban, turun langsung bersama masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan sampah yang terbawa arus akibat luapan irigasi di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (21/7/2026).

 

Berbekal peralatan sederhana, Babinsa dan warga bahu-membahu mengangkat tumpukan ranting pohon, dedaunan, plastik, hingga material lain yang menghalangi aliran air. Kebersamaan aparat TNI dan masyarakat saat mengumpulkan sampah ke kendaraan pengangkut, sehingga saluran irigasi dapat kembali berfungsi dengan baik.

 

Kolaborasi Nyata Demi Lingkungan Bersih

 

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga secara sukarela ikut bergotong royong karena menyadari bahwa saluran irigasi yang tersumbat berpotensi menimbulkan genangan air, mengganggu lahan pertanian, bahkan meningkatkan risiko munculnya penyakit akibat lingkungan yang kotor.

 

Serka Sakban menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan di wilayah binaan.

 

“Gotong royong ini bukan hanya membersihkan sampah, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam menyelesaikan setiap permasalahan di lingkungan,” ujar Serka Sakban.

 

Menurutnya, menjaga kebersihan saluran irigasi merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, budaya gotong royong perlu terus dipelihara agar lingkungan tetap sehat, aman, dan produktif.

 

Kehadiran Babinsa Menjadi Penyemangat Warga

 

Salah seorang warga, Sufiah (58), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang selalu sigap ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Ia menilai kehadiran TNI mampu membangkitkan semangat kebersamaan sehingga pekerjaan yang cukup berat dapat diselesaikan lebih cepat.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Babinsa yang selalu hadir membantu masyarakat. Kehadiran beliau membuat kami semakin kompak dalam bergotong royong membersihkan sampah akibat luapan irigasi. Semoga sinergi seperti ini terus terjalin demi lingkungan yang bersih dan aman,” ungkap Sufiah.

 

Membangun Kesadaran Menjaga Irigasi

 

Selain membersihkan saluran irigasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya penyumbatan yang dapat merugikan warga.

 

Di akhir kegiatan, Serka Sakban menegaskan komitmen TNI AD melalui Babinsa untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membantu mengatasi berbagai persoalan yang muncul di wilayah binaan.

 

“Harapan kami, masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Jika saluran irigasi tetap bersih, maka aliran air lancar, pertanian terjaga, dan kehidupan warga menjadi lebih nyaman. TNI akan selalu bersama rakyat untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan lestari,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…