Berita

Police go to school, Bhabinkamtibmas Polsek Woha Jadi Irup Bendera di SMAN I Woha

×

Police go to school, Bhabinkamtibmas Polsek Woha Jadi Irup Bendera di SMAN I Woha

Share this article

 

 

Bhabinkamtibmas Polsek Woha jajaran Polres Bima Kabupaten Polda NTB melaksanakan kegiatan Police Goes to School dengan menjadi Inspektur Upacara (Irup) di SMAN I Woha Kecamatan Woha Kabupaten Bima Senin (20/07/26)

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan generasi muda oleh Polri melalui kegiatan edukatif di lingkungan sekolah, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan sejak usia dini.

Dalam amanat upacaranya, Brigpol Angga Kusuma Wijaya menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para siswa agar menjauhi perilaku negatif seperti perundungan (bullying), kenakalan remaja, serta penyalahgunaan narkoba dan media sosial.

Dalam kesempatan itu juga Bhabinkamtibmas mengajak seluruh siswa untuk rajin belajar, menghormati guru, dan menjaga nama baik sekolah.

“ Jadilah pelajar yang berprestasi, berdisiplin, dan memiliki sikap saling menghormati”. Ujarnya.

Hal itu dikemukakan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka

Senada dengan itu Kepala SMAN I Woha menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polsek Woha khususnya atas partisipasi dan dukungan dalam kegiatan pembinaan karakter siswa melalui program Police Goes to School.

Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara Polri dan dunia pendidikan semakin erat dalam mewujudkan generasi muda yang berkarakter dan berdisiplin

“Kegiatan berjalan dengan tertib, khidmat”. Kata Adib mengakhiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…