Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahKetahanan PanganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPerairanSinergitas Pemda TNI POLRI

Monitoring Babinsa Dorong Infrastruktur Pertanian Lebih Berkualitas dan Berkelanjutan

×

Monitoring Babinsa Dorong Infrastruktur Pertanian Lebih Berkualitas dan Berkelanjutan

Share this article

Lombok Barat, NTB – Harapan para petani di Desa Peteluan Indah untuk memperoleh pasokan air irigasi yang lebih lancar selangkah lagi menjadi kenyataan. Di balik proses pembangunan talut jaringan irigasi tersier tersebut, hadir sosok Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang tak sekadar mengawasi, tetapi juga memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

Komitmen itu ditunjukkan Babinsa Desa Peteluan Indah, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada, Sertu Muhasim, saat melaksanakan monitoring pembangunan talut jaringan irigasi tersier tipe C di Dusun Bagek Nunggal Barat, Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Senin (20/7/2026).

 

Kawal Pembangunan demi Kepentingan Petani

 

Monitoring dilakukan untuk memastikan pembangunan berlangsung aman, tepat sasaran, dan sesuai dengan spesifikasi yang telah direncanakan. Selain itu, kehadiran Babinsa menjadi bentuk pendampingan kepada masyarakat agar seluruh proses pekerjaan berjalan lancar hingga selesai.

 

Pembangunan tersebut berupa pemasangan pondasi talut jaringan irigasi tersier tipe C sepanjang ±375 meter dengan tinggi 80 sentimeter. Infrastruktur ini dibangun menggunakan dana aspirasi Dewan Pusat dan diharapkan mampu meningkatkan distribusi air menuju lahan pertanian milik warga.

 

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Muhasim didampingi Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Baru Mekar, Suhaimi, untuk meninjau langsung perkembangan pekerjaan di lapangan.

 

Irigasi Berkualitas, Produktivitas Pertanian Meningkat

 

Sertu Muhasim menegaskan bahwa jaringan irigasi merupakan salah satu infrastruktur vital dalam mendukung sektor pertanian. Oleh karena itu, TNI AD melalui Babinsa terus hadir mendampingi setiap program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

 

“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi para petani. Infrastruktur irigasi yang memadai akan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi dan mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari manfaat jangka panjang yang dirasakan masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

 

Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Pembangunan Desa

 

Ketua P3A Baru Mekar, Suhaimi, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang selama ini aktif mendampingi berbagai kegiatan pembangunan di wilayahnya.

 

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang terus memberikan perhatian dan pendampingan. Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus memastikan pembangunan berjalan lancar. Kami berharap jaringan irigasi ini segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ungkapnya.

 

Baginya, sinergi antara TNI dan masyarakat telah menciptakan rasa optimisme bahwa pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga hasil kolaborasi seluruh elemen yang peduli terhadap kemajuan daerah.

 

Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

 

Melalui kegiatan monitoring tersebut, Koramil 1606-08/Narmada kembali menegaskan perannya sebagai mitra masyarakat dalam mengawal pembangunan desa. Pendampingan yang dilakukan Babinsa menjadi bukti nyata bahwa TNI AD tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif mendorong pembangunan infrastruktur pertanian yang menjadi fondasi ketahanan pangan nasional.

 

Dengan terbangunnya jaringan irigasi yang lebih baik, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Peteluan Indah semakin meningkat, kesejahteraan petani terus membaik, dan program pembangunan pertanian berkelanjutan dapat terwujud melalui sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…