Berita

Ciptakan Rasa Aman di Tengah Masyarakat, Polres Bima Kabupaten Menggelar Patroli Strong Point Presisi

×

Ciptakan Rasa Aman di Tengah Masyarakat, Polres Bima Kabupaten Menggelar Patroli Strong Point Presisi

Share this article

 

Kepolisian Resor Bima Kabupaten Polda NTB kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan Patroli Strong Point Presisi sekala besar yang digelar pada Sabtu malam 18 Juli 2026 pukul 20.15.Wita.

Kegiatan patroli ini dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Iwan Sugianto ini diawali dengan apel persiapan personel yang bertempat di lapangan apel Mapolres Bima Kabupaten.

Sejumlah perwira dan puluhan diturunkan dalam kegiatan tersebut guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas di sejumlah titik rawan wilayah hukum Polres Bima Kabupaten.

Dalam pelaksanaannya petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan hingga penggeledahan badan untuk mencegah adanya peredaran gelap narkoba, miras, senjata tajam hingga penggunaan Knalpot Brong.

Hasilnya 18 unit sepeda motor dari berbagai jenis yang menggunakan knalpot racing terjaring dan satu unit mobil Pickup juga diamankan.

Dalam keterangannya, Kabag Ops Kompol Iwan Sugianto menjelaskan bahwa patroli difokuskan untuk mencegah berbagai tindak kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta mengantisipasi aksi tawuran antar kelompok dan balap liar.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dengan patroli skala besar ini, kami ingin menunjukkan bahwa polisi siap siaga menjaga wilayah hukum Polres Bima Kabupaten” ujarnya.

Adapun rute patroli dimulai dari Mako Polres Bima Kabupaten, menyusuri sejumlah lokasi strategis yang dianggap rawan terjadi berbagai guankamtibmas.

Sebelum kembali ke Markas petugas mendatangi titik yang mendapat perhatian khusus seperti di depan Kantor Bupati Bima, Pertigaan Bandara SMS Bima, seputaran pantai kalaki hingga pertigaan patung kuda Desa Panda Kecamatan Palibelo. tim melakukan kegiatan strong point sebagai langkah preventif.

Hasil patroli menunjukkan situasi aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya aktivitas kriminal maupun gangguan ketertiban yang signifikan sepanjang jalur patroli.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H.melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya preventif dan responsif terhadap dinamika keamanan.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin keamanan warganya, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran serta dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman pungkas Adib menutup rilisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…