Berita

Personel Polres Bima Kota Laksanakan Gatur Pagi, Wujudkan Kamseltibcarlantas yang Aman dan Lancar

×

Personel Polres Bima Kota Laksanakan Gatur Pagi, Wujudkan Kamseltibcarlantas yang Aman dan Lancar

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), personel Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan pengaturan (Gatur) pagi pada Senin (15/6/2026) mulai pukul 06.15 WITA di sejumlah titik rawan kepadatan arus lalu lintas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk saat aktivitas masyarakat meningkat, seperti keberangkatan pelajar ke sekolah, pegawai menuju tempat kerja, serta pengguna jalan lainnya.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa kegiatan Gatur Pagi merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas serta mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

“Personel ditempatkan pada titik-titik strategis untuk membantu mengatur arus kendaraan, menyeberangkan pejalan kaki, anak-anak sekolah, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengguna jalan,” jelas Ipda Baiq Fitria Ningsih.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara, dan mengutamakan keselamatan selama berada di jalan raya.

Melalui kehadiran personel di lapangan pada pagi hari, diharapkan dapat menciptakan situasi lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Polri.

Polres Bima Kota berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan kepolisian yang bersifat preventif dan humanis guna mendukung terciptanya Kamseltibcarlantas yang kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…