Berita

Sat Lantas Polres Bima Kota Edukasi Penggunaan Helm SNI dan Safety Belt Demi Keselamatan Berkendara

×

Sat Lantas Polres Bima Kota Edukasi Penggunaan Helm SNI dan Safety Belt Demi Keselamatan Berkendara

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, Personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat Lantas Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan himbauan keselamatan berlalu lintas kepada pengguna jalan, Kamis (11/6/2026) pukul 07.30 WITA.

Kegiatan yang berlangsung di Perempatan Lampu Merah Gunung Dua, Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima tersebut menyasar pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di lokasi.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa personel Unit Kamsel Sat Lantas Polres Bima Kota memberikan edukasi dan himbauan kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan helm berstandar SNI yang diklik dengan benar bagi pengendara sepeda motor serta penggunaan safety belt atau sabuk pengaman bagi pengemudi kendaraan roda empat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas, khususnya terkait penggunaan perlengkapan keselamatan saat berkendara,” jelas Ipda Baiq Fitria Ningsih.

Selain itu, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya melengkapi kendaraan dengan perlengkapan yang sesuai standar, serta mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Sat Lantas secara humanis menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada para pengendara agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, serta mengedepankan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, semakin memahami pentingnya penggunaan helm SNI dan safety belt sebagai perlindungan utama dalam mengurangi risiko fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas.

Polres Bima Kota terus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) demi terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…