Bali NusraBeritaBerita NTBLombokMataramNTBNTB One TerkiniSinergitas Pemda TNI POLRI

Sinergi Babinsa dan Tenaga Kesehatan Layani Warga

×

Sinergi Babinsa dan Tenaga Kesehatan Layani Warga

Share this article

Mataram, NTB – Suasana hangat dan penuh kepedulian terlihat di Posyandu Mawar Jingga, Lingkungan Seganteng Karang Bangket, Kelurahan Cakra Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Di tengah aktivitas pelayanan kesehatan bagi balita dan lansia, hadir sosok Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Cakra Selatan Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-01/Cakranegara, Serda Helmi Rosadi, yang turut mengawal jalannya kegiatan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesehatan masyarakat, Rabu (10/6/2026).

Bagi para orang tua, Posyandu bukan sekadar agenda bulanan. Tempat ini menjadi ruang penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik. Sementara bagi para lansia, pelayanan kesehatan rutin menjadi harapan agar kondisi tubuh tetap terpantau dan kualitas hidup tetap terjaga.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim tenaga kesehatan Puskesmas Cakranegara tersebut menghadirkan berbagai layanan kesehatan. Mulai dari pendataan peserta, pengecekan buku register kesehatan, penimbangan bayi dan balita, pemeriksaan berat badan lansia, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, lingkar perut, hingga pemberian imunisasi DPT kepada anak-anak.

Pelayanan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Para kader Posyandu bersama tenaga kesehatan bekerja dengan penuh dedikasi untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan yang optimal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Lingkungan, enam kader Posyandu, serta tim tenaga kesehatan Puskesmas Cakranegara yang dipimpin oleh Dokter Diki, didukung tenaga bidan, apoteker, dan tim media kesehatan.

Di sela kegiatan, Serda Helmi Rosadi menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Kesehatan masyarakat, terutama balita dan lansia, merupakan pondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang kuat dan sejahtera. Kehadiran kami sebagai bentuk dukungan agar pelayanan Posyandu berjalan lancar sekaligus memberikan motivasi kepada warga untuk rutin memeriksakan kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, Posyandu memiliki peran besar dalam mendeteksi berbagai masalah kesehatan sejak dini. Karena itu, masyarakat diharapkan semakin aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.

“Kesehatan adalah investasi masa depan keluarga. Melalui Posyandu, tumbuh kembang anak dapat dipantau secara rutin dan kondisi kesehatan lansia juga tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Dokter Diki menilai Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia.

“Pelayanan Posyandu bukan sekadar kegiatan rutin. Ini adalah langkah penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal dan kondisi kesehatan lansia tetap terpantau. Pemeriksaan sederhana yang dilakukan secara berkala dapat membantu mencegah berbagai risiko penyakit sejak dini,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Babinsa, kader Posyandu, serta masyarakat yang aktif mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi yang terjalin menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan masyarakat.

Kegiatan Posyandu Mawar Jingga berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Babinsa bersama tenaga kesehatan dan kader Posyandu menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dapat tumbuh melalui kebersamaan. Dari sebuah Posyandu sederhana, harapan untuk melahirkan generasi yang sehat sekaligus mewujudkan lansia yang lebih sejahtera terus dijaga dan diperkuat setiap harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…