Berita

Respon Cepat Informasi Warga, Polsek Wawo Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Kabel PLN

×

Respon Cepat Informasi Warga, Polsek Wawo Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Kabel PLN

Share this article

Bima, NTB – Jajaran Polsek Wawo Polres Bima Kota berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pencurian kabel pada gardu PLN yang berada di wilayah Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Rabu (10/6/2026) dini hari.

Kedua terduga pelaku diamankan sekitar pukul 04.30 WITA di Jalan Lintas Bima–Sape, tepatnya di RT 019 RW 008 Dusun Foomboto, Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Wawo IPTU Iksan menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal saat Personel Piket SPKT I Polsek Wawo menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya dua orang yang melakukan aktivitas mencurigakan di sekitar gardu PLN.

“Personel mendapatkan informasi bahwa terdapat dua orang yang sedang membuka gardu dan memotong kabel pada gardu PLN di wilayah Desa Maria. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan,” jelas IPTU Iksan.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati dua orang yang diduga terlibat sedang berada di sekitar gardu PLN. Personel kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kedua terduga pelaku beserta kendaraan roda dua yang mereka gunakan.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk melakukan aksi pencurian, antara lain tang, obeng, palu, serta berbagai alat lainnya yang tersimpan di dalam tas milik para terduga pelaku.

Selain itu, di lokasi kejadian petugas juga menemukan satu kabel gardu PLN yang telah dipotong. Sebuah tang pemotong masih melekat pada kabel lainnya, sementara sebuah kunci ditemukan masih menancap pada box gardu PLN.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain dua buah tas berisi berbagai peralatan dan kunci, satu karung warna putih, satu tali yang terbuat dari ban dalam sepeda motor, serta satu unit sepeda motor matic warna hitam tanpa plat nomor.

Kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MA (36), warga Kelurahan Oimbo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, dan U (26), warga Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Keduanya diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap.

Saat ini kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Wawo untuk menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara lengkap peristiwa tersebut.

Kapolsek Wawo mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat memberikan informasi kepada pihak Kepolisian sehingga dugaan tindak pidana tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan diamankan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” tutup IPTU Iksan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…