Berita

SAT LANTAS POLRES DOMPU GELAR BLUE LIGHT PATROL DAN REKAYASA LALU LINTAS, WUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS YANG AMAN DAN KONDUSIF

×

SAT LANTAS POLRES DOMPU GELAR BLUE LIGHT PATROL DAN REKAYASA LALU LINTAS, WUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS YANG AMAN DAN KONDUSIF

Share this article

Dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), personel Turjawali Satuan Lalu Lintas Polres Dompu melaksanakan kegiatan Blue Light Patrol, Strong Point Malam, serta rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus pada Senin malam (8/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WITA tersebut dilaksanakan di sejumlah titik strategis, di antaranya Jalan Sonokeling, Simpang Cabang Golkar, dan Jalan Beringin, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus guna mengantisipasi kepadatan kendaraan, patroli di lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, pengaturan arus kendaraan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas.

Selain itu, petugas juga melakukan edukasi kepada pengguna jalan dengan mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran, kepedulian, dan budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan keselamatan bersama di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Dompu IPTU I Komang Wahyu Purbayasari, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Blue Light Patrol dan Strong Point Malam merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif, khususnya pada malam hari.

“Personel Sat Lantas terus hadir di tengah masyarakat melalui patroli dan pengaturan lalu lintas guna memberikan rasa aman kepada pengguna jalan. Selain mengurai potensi kepadatan arus kendaraan, kegiatan ini juga bertujuan mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, maupun gangguan kamtibmas lainnya,” ujar IPTU Komang Wahyu.

Ia menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika mengapresiasi dedikasi personel Sat Lantas yang terus melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat melalui patroli dan pengaturan lalu lintas pada jam-jam rawan.

“Kehadiran personel lalu lintas di lapangan merupakan bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat. Melalui kegiatan Blue Light Patrol dan Strong Point Malam, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga serta mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ungkap IPTU Nyoman.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kapolres Dompu mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan berlalu lintas dan mendukung upaya kepolisian dalam menciptakan Kamseltibcar Lantas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan, situasi arus lalu lintas di wilayah yang menjadi sasaran patroli terpantau lancar, aman, dan kondusif. Kehadiran personel Sat Lantas juga mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun tindak pidana di wilayah hukum Polres Dompu.

Kegiatan Blue Light Patrol, Strong Point Malam, dan rekayasa lalu lintas berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…