Berita

POLSUBSEKTOR KAWASAN LAKEY LAKSANAKAN PENGAMANAN EVENT SURFING THE LAKEY CLASSIC 2026, WUJUDKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG AMAN DAN KONDUSIF

×

POLSUBSEKTOR KAWASAN LAKEY LAKSANAKAN PENGAMANAN EVENT SURFING THE LAKEY CLASSIC 2026, WUJUDKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG AMAN DAN KONDUSIF

Share this article

Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan Event Surfing The Lakey Classic 2026, personel Polsubsektor Kawasan Lakey melaksanakan patroli rutin sekaligus pengamanan kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Lakey, tepatnya di depan NAMI Restaurant, Dusun Ncangga, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Minggu (07/06/2026).

Kegiatan pengamanan dimulai sejak pukul 09.00 WITA dan difokuskan pada area pelaksanaan perlombaan serta lokasi yang menjadi pusat aktivitas peserta dan pengunjung. Event tersebut diikuti oleh peserta lokal maupun mancanegara yang berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari Junior, Under 13 Tahun, Open Man, Open Cewek, Master hingga kategori Lokal Senior.

Dalam pelaksanaannya, anggota Polsubsektor Kawasan Lakey melaksanakan patroli dialogis, pengamanan area kegiatan, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada panitia, peserta, pelaku usaha pariwisata, nelayan, dan masyarakat sekitar agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Kapolsek Hu’u, IPTU Ade Helmi, S.H., mengatakan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mendukung suksesnya penyelenggaraan event olahraga dan pariwisata yang menjadi kebanggaan Kabupaten Dompu.

“Pelaksanaan pengamanan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan The Lakey Classic 2026 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan rasa aman kepada peserta, wisatawan, masyarakat, maupun pelaku usaha yang berada di kawasan wisata Lakey, sehingga tercipta situasi harkamtibmas yang kondusif selama event berlangsung,” ujar IPTU Ade Helmi.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan imbauan kepada masyarakat pesisir, nelayan, pengelola hotel, restoran, serta para tamu yang berkunjung agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, angin kencang, gelombang pasang, serta berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Dengan kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat, kami berharap dapat memperkuat sinergi dan kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan kawasan wisata Lakey yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Dompu,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan kegiatan tersebut.

“Pengamanan event The Lakey Classic 2026 merupakan bagian dari upaya Polres Dompu dalam mendukung sektor pariwisata sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah. Kehadiran anggota Polri di lokasi kegiatan tidak hanya memberikan rasa aman kepada peserta dan wisatawan, tetapi juga menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan citra daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap IPTU Nyoman.

Dari hasil kegiatan tersebut, masyarakat dan pengunjung memberikan apresiasi atas kehadiran Polri dalam menjaga keamanan kawasan wisata Lakey. Selain itu, pesan-pesan kamtibmas yang disampaikan personel diterima dengan baik oleh masyarakat sehingga semakin mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…