Berita

Cara Polsek Batulayar Dorong Warga Sukseskan Ketahanan Pangan dari Pekarangan Rumah

×

Cara Polsek Batulayar Dorong Warga Sukseskan Ketahanan Pangan dari Pekarangan Rumah

Share this article
Sentuhan Humanis Polsek Batulayar Dampingi Warga Jaga Ketahanan Pangan Lewat Hortikultura

Melalui aksi nyata di tingkat desa, Polsek Batulayar turun langsung ke tengah masyarakat guna memberikan edukasi dan motivasi terkait pentingnya ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Langkah konkret tersebut ditunjukkan oleh personel Bhabinkamtibmas Desa Sandik yang melaksanakan kegiatan sambang silaturahmi dengan warga binaan di Dusun Tato Barat, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Dalam kesempatan tersebut, petugas kepolisian mengajak warga untuk berperan aktif memanfaatkan potensi yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Tanaman Hortikultura

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat bukan sekadar untuk menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga membawa misi produktif. Petugas secara humanis mendorong warga agar tidak membiarkan lahan kosong atau pekarangan rumah mereka terbengkalai begitu saja. Sebaliknya, area-area tersebut dapat disulap menjadi lahan pertanian mini yang produktif.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K., memberikan penjelasan mendalam mengenai esensi dari kegiatan sambang tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa sektor pertanian berskala rumah tangga memiliki andil yang sangat besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami mengarahkan personel di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus memotivasi warga binaan agar memanfaatkan setiap jengkal lahan kosong atau pekarangan rumah mereka. Langkah ini difokuskan pada budi daya tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terong, sawi, dan sejenisnya,” ujar AKP I Putu Krisna Varananda pada hari Senin, (08/06/2026).

Menurut AKP I Putu Krisna Varananda, pemilihan jenis tanaman hortikultura ini dinilai sangat tepat karena masa panennya yang relatif cepat dan perawatannya yang tidak terlalu rumit. Selain itu, komoditas seperti cabai dan tomat kerap mengalami fluktuasi harga di pasaran, sehingga memproduksinya secara mandiri akan sangat membantu stabilitas dapur warga.

Solusi Praktis Menghadapi Kebutuhan Pokok Rumah Tangga

Lebih lanjut, Kapolsek Batulayar menjelaskan bahwa hasil dari pemanfaatan pekarangan ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi internal keluarga. Ketika warga mampu memanen sayur-mayur dari halaman rumah sendiri, pengeluaran belanja bulanan dapat ditekan secara signifikan.

“Tujuan utama kita adalah menunjang kebutuhan pokok sehari-hari di dalam rumah tangga yang bernilai ekonomis. Jika kebutuhan dasar seperti sayur dan bumbu dapur sudah bisa terpenuhi dari pekarangan sendiri, maka ketahanan pangan tingkat keluarga akan terbentuk dengan kokoh. Ini adalah fondasi awal menuju swasembada pangan yang lebih luas,” tambahnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung hangat tersebut, warga Dusun Tato Barat menyambut positif imbauan dari pihak kepolisian. Beberapa warga bahkan langsung berdiskusi mengenai teknis penanaman yang efektif, termasuk penggunaan media polibag bagi mereka yang memiliki keterbatasan luas lahan pekarangan.

Melalui sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat desa, diharapkan program akselerasi swasembada pangan ini tidak hanya menjadi wacana, melainkan menjelma menjadi gerakan masif yang konsisten. Polsek Batulayar pun memastikan akan terus mengawal dan memantau perkembangan aktivitas pertanian mandiri ini di wilayah hukumnya demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…