Berita

Ketahanan Pangan: Polsek Labuapi Ajak Warga Manfaatkan Lahan

×

Ketahanan Pangan: Polsek Labuapi Ajak Warga Manfaatkan Lahan

Share this article
Polsek Labuapi Dorong Ketahanan Pangan Lewat Sambang Warga

Pemerintah terus memberikan perhatian serius terhadap sektor ketahanan pangan nasional demi menjaga stabilitas ekonomi dan kecukupan gizi masyarakat. Menanggapi wacana besar tersebut, aparat kepolisian di tingkat sektor bergerak aktif untuk mengedukasi warga agar mampu mandiri secara pangan. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Labuapi melalui kegiatan sambang warga yang rutin dilakukan oleh bhabinkamtibmas di wilayah binaannya.

Pada hari Senin, (08/06/2026), Bhabinkamtibmas Desa Telagawaru melaksanakan kegiatan sambang dialogis ke rumah-rumah warga setempat. Dalam kesempatan tersebut, petugas kepolisian berdiskusi langsung dengan masyarakat mengenai pentingnya mengoptimalkan setiap potensi lingkungan yang ada. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah atau kebun yang selama ini dibiarkan kosong agar diolah menjadi lahan produktif.

Mendukung Program Strategis Presiden Republik Indonesia

Langkah yang diambil oleh Bhabinkamtibmas Desa Telagawaru ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan bentuk implementasi nyata di lapangan untuk menyukseskan program strategis berskala nasional. Upaya ini dipandang sangat efektif untuk memulai kemandirian pangan dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Dengan memanfaatkan sejengkal tanah di sekitar tempat tinggal, masyarakat diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar untuk kebutuhan pokok harian.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh institusi Polri terhadap visi pemerintah pusat. Pihak kepolisian ingin memastikan bahwa pesan mengenai ketahanan pangan ini sampai ke tingkat akar rumput dan dipahami dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengarahkan personel di lapangan, khususnya para bhabinkamtibmas, untuk terus memotivasi warga agar mengoptimalkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal mereka. Hal ini merupakan bentuk dukungan konkret kami terhadap program Presiden RI mengenai ketahanan pangan nasional yang harus dimulai dari penguatan pangan di tingkat rumah tangga,” ujar Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H.

Menanam Komoditas Harian untuk Menunjang Ekonomi Keluarga

Dalam edukasi yang diberikan kepada warga Desa Telagawaru, petugas menyarankan beberapa jenis komoditas tanaman pangan yang relatif mudah dirawat namun memiliki nilai manfaat yang tinggi. Beberapa di antaranya meliputi tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan terong, hingga tanaman pangan alternatif seperti singkong. Selain sayur-sayuran, warga juga dimotivasi untuk menanam berbagai jenis buah-buahan yang sesuai dengan kondisi tanah setempat.

Penataan pekarangan dengan tanaman-tanaman produktif ini diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi dapur rumah tangga. Selain menjamin ketersediaan bahan pangan yang segar dan sehat, aktivitas ini juga dinilai mampu menekan pengeluaran belanja bulanan. Secara jangka panjang, jika hasil panen pekarangan tersebut melebihi kebutuhan konsumsi keluarga, warga dapat menjualnya untuk menambah pendapatan ekonomi mereka.

Menghasilkan Pangan Bergizi dan Menjaga Stabilitas Finansial

Lebih lanjut, Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa program ini memiliki multiefek yang sangat baik bagi kesejahteraan masyarakat secara umum. Tidak hanya berbicara tentang aspek finansial dan penghematan pengeluaran, pemanfaatan lahan pekarangan ini juga menjadi solusi jitu dalam menyediakan sumber pangan yang kaya akan nutrisi bagi keluarga di desa.

“Melalui pemanfaatan pekarangan rumah ini, masyarakat bisa menghasilkan pangan bergizi secara mandiri. Kandungan nutrisi dari sayur dan buah segar yang ditanam sendiri tentu sangat baik untuk kesehatan keluarga. Pada akhirnya, program ini tidak hanya membantu ketahanan pangan nasional, tetapi juga secara langsung membantu ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” pungkas Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H.

Kegiatan sambang warga ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Telagawaru. Banyak warga yang mulai menyadari potensi tersembunyi dari lahan kosong di sekitar rumah mereka dan berkomitmen untuk mulai menanaminya. Pihak Polsek Labuapi pun menegaskan akan terus mengawal dan memberikan pendampingan melalui bhabinkamtibmas agar gerakan ketahanan pangan berbasis keluarga ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…