Bali NusraBeritaBerita NTBLombokMataramNTBNTB One TerkiniTNI-Polri

Kolaborasi TNI-Polri Pastikan Kepulangan Jamaah Berjalan Lancar

×

Kolaborasi TNI-Polri Pastikan Kepulangan Jamaah Berjalan Lancar

Share this article

Mataram, NTB – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Asrama Haji Mataram, wilayah teritorial Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan saat ratusan jamaah haji Kloter kedua asal Lombok Tengah tiba dari Tanah Suci. Senyum syukur para jamaah berpadu dengan antusiasme keluarga yang telah lama menanti kepulangan orang-orang tercinta setelah menunaikan ibadah haji, Rabu malam (3/6/2026).

Di tengah momen penuh makna tersebut, sinergi TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait hadir memastikan seluruh rangkaian penyambutan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pengamanan dipusatkan di Asrama Haji Mataram, Jalan Dr. R. Soejono, Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Pengamanan Humanis Demi Kenyamanan Jamaah

Sejak kedatangan jamaah, personel gabungan tampak bersiaga di sejumlah titik strategis. Mereka mengatur arus kendaraan, mengamankan area penyambutan, serta membantu mobilisasi jamaah menuju kendaraan yang akan mengantarkan mereka kembali ke daerah masing-masing.

Tidak hanya aparat keamanan, kegiatan tersebut juga melibatkan petugas Kementerian Agama, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, dan unsur pendukung lainnya. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah yang baru saja menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Komandan Koramil (Danramil) 1606-09/Ampenan, Kapten Inf Maturidi, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran aparat gabungan tidak hanya memberikan rasa aman kepada para jamaah dan keluarga yang menjemput, tetapi juga memastikan seluruh prosedur pelayanan berjalan sesuai ketentuan. Pengamanan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Wujud Nyata Sinergi Untuk Masyarakat

Menurut Kapten Inf Maturidi, keberhasilan proses kepulangan jamaah tidak terlepas dari kerja sama yang solid antarinstansi. Sinergi tersebut menjadi faktor utama dalam menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman selama proses penyambutan berlangsung.

Ia menambahkan bahwa TNI bersama Polri dan seluruh unsur terkait berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para jamaah haji yang telah menunaikan rukun Islam kelima.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar para jamaah dapat kembali ke keluarga dengan aman dan nyaman. Kolaborasi TNI-Polri bersama seluruh instansi terkait merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Kepulangan Lancar, Harapan Menjadi Haji Mabrur

Berkat pengamanan yang terkoordinasi dengan baik, seluruh rangkaian kepulangan jamaah haji Kloter kedua asal Lombok Tengah berjalan aman, tertib, dan kondusif. Tidak terlihat adanya hambatan berarti selama proses penyambutan hingga pemberangkatan jamaah menuju daerah tujuan masing-masing.

Lebih dari sekadar pengamanan, kehadiran aparat gabungan menjadi simbol kepedulian negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di balik tugas yang dijalankan, terdapat harapan besar agar seluruh jamaah kembali dalam keadaan sehat, berkumpul bersama keluarga, serta membawa keberkahan dan predikat haji mabrur yang menjadi dambaan setiap muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…