Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahLingkunganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRIWisata

TNI dan Warga Bersihkan Pantai Gili Genting Sekotong

×

TNI dan Warga Bersihkan Pantai Gili Genting Sekotong

Share this article

Lombok Barat, NTB – Semangat kebersamaan kembali menguat di pesisir selatan Lombok Barat. Di tengah debur ombak dan hamparan pasir Gili Genting, Desa Persiapan Pesisir Indah, Kecamatan Sekotong, puluhan tangan bergerak serempak memungut sampah yang terbawa arus laut, Kamis (30/4/2026).

 

Kegiatan karya bakti yang digagas oleh Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-06/Sekotong ini bukan sekadar aksi bersih-bersih biasa. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara TNI, masyarakat, nelayan, hingga pihak swasta dalam satu tujuan yang sama: menjaga laut tetap hidup dan pantai tetap indah.

 

Dipimpin langsung oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sekotong Barat, Serka Saeful Bahri, kegiatan ini melibatkan karyawan PT Bablla Pearls Indonesia, nelayan, serta warga setempat. Sejak pagi hari, mereka menyisir garis pantai, mengumpulkan sampah plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga yang terbawa dari aliran sungai wilayah Lembar, Sekotong Timur, hingga Sekotong.

 

Kondisi sampah kiriman tersebut menjadi perhatian serius, karena tidak hanya merusak estetika pantai, tetapi juga mengancam ekosistem laut serta berdampak langsung pada penghasilan nelayan.

 

“Ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi tentang kesadaran bersama. Lingkungan yang kita jaga hari ini adalah warisan bagi generasi mendatang,” tegas Serka Saeful Bahri di sela kegiatan.

 

Dukungan juga datang dari pihak perusahaan. Perwakilan PT Bablla Pearls Indonesia, Randi, menyampaikan bahwa keterlibatan mereka adalah bentuk tanggung jawab sosial sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.

 

Di sisi lain, para nelayan merasakan dampak nyata dari kegiatan tersebut. Abdirrahim, salah satu nelayan setempat, mengungkapkan bahwa laut yang bersih memberikan harapan baru bagi keberlangsungan mata pencaharian mereka.

“Kalau pantai bersih, laut juga sehat. Kami bisa melaut dengan tenang. Ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

 

Kegiatan ini berlangsung aman dan penuh semangat gotong royong, mencerminkan kekuatan sinergi antara TNI, masyarakat, dan sektor swasta. Lebih dari sekadar aksi sesaat, karya bakti ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga pesisir Lombok Barat tetap lestari dan bernilai bagi generasi masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…