Berita

Kapolres Sumbawa Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan Dua Kapolsek Serta Pelepasan Purna Tugas

×

Kapolres Sumbawa Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan Dua Kapolsek Serta Pelepasan Purna Tugas

Share this article

Sumbawaw Besar, NTB — Kepolisian Resor Sumbawa menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) bagi sejumlah pejabat utama dan Kapolsek jajaran serta upacara pelepasan Purna Tugas di Lapangan Wicaksana Laghawa Polres Sumbawa, Kamis (30/04/2026) pukul 07.00 WITA. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Kapolda NTB Nomor: Kep/213/IV/2026 yang ditetapkan di Mataram pada 10 April 2026.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara dengan didampingi AKP Arif Abdillah sebagai Perwira Upacara dan Ipda I Nyoman Denny Anggaradinatha, S.H. selaku Komandan Upacara. Sertijab ini meliputi jabatan Kasat Binmas, Kapolsek Empang, dan Kapolsek Batu Lanteh.

Adapun para pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan adalah sebagai berikut, Kasat Binmas: Diserahkan dari AKP Abdul Muis Tajuddin kepada AKP Jakun, S.H., Kapolsek Empang: Diserahkan dari AKP Nakmin kepada AKP Abdul Muis Tajuddin, Kapolsek Batu Lanteh: Diserahkan dari AKP Jakun, S.H. kepada Iptu Mansyur Efendi (sebelumnya menjabat Wakapolsek Lape).

Dalam amanatnya, Kapolres Sumbawa menekankan bahwa mutasi jabatan adalah hal wajar dalam dinamika organisasi demi penyegaran, pengembangan karier, serta peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi. Kapolres juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Upacara kali ini terasa spesial dengan digelarnya pelepasan purna tugas bagi AKP Nakmin yang telah mengabdi sebagai Kapolsek Empang selama kurang lebih 4 tahun 3 bulan. Kapolres memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas loyalitas AKP Nakmin dalam menjaga kondusivitas wilayah hukum Polsek Empang hingga masa pensiunnya yang terhitung mulai 1 Mei 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada AKP Nakmin atas pengabdian dan dedikasinya. Nyaris tidak ada permasalahan menonjol selama kepemimpinan beliau di Empang. Kami berharap setelah kembali menjadi warga sipil, beliau tetap dapat membantu tugas kepolisian di lingkungan tempat tinggal,” ungkap AKBP Marieta.

Kepada para pejabat baru, Kapolres menginstruksikan agar segera melakukan konsolidasi internal dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru di “Bumi Sabalong Samawa”. Beliau menekankan pentingnya menciptakan inovasi baru, menjalin komunikasi baik dengan Criminal Justice System, serta memberikan pelayanan yang humanis, tegas, dan berkeadilan kepada masyarakat. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…