Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Tahap Krusial, Pondasi Jembatan Garuda Gagasan Presiden Prabowo Diperkuat

×

Tahap Krusial, Pondasi Jembatan Garuda Gagasan Presiden Prabowo Diperkuat

Share this article

Lombok Barat, NTB – Aktivitas pembangunan Jembatan Perintis Garuda Gagasan Presiden Prabowo di Dusun Kebon Kongok, Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Terlihat di lokasi tersebut, proses pengecoran kini difokuskan pada sisi jembatan yang ada sebelah selatan, menandai tahapan penting dalam memperkuat struktur pondasi secara menyeluruh, Rabu (29/4/2026).

 

Di tengah hamparan material batu dan pasir, personel TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram bersama masyarakat setempat tampak bahu-membahu mengangkut adonan cor menggunakan alat sederhana. Ember demi ember dipindahkan secara estafet, mencerminkan kekompakan dan semangat gotong royong yang begitu kental. Tanpa sekat, TNI dan warga menyatu dalam satu tujuan dalam mempercepat terwujudnya jembatan yang selama 30 tahun ini dinantikan dan di wujudkan oleh inisiasi Presiden Prabowo dalam memudahkan akses pendidikan dan ekonomi tingkat bawah.

 

Perwira Pengawas, Kapten Inf Sapaurdin, menjelaskan bahwa pengecoran pada sisi jembatan ini merupakan bagian krusial dari pembangunan pondasi kedua. “Saat ini kita fokus pada sisi jembatan untuk memastikan kekuatan struktur merata. Semua dikerjakan dengan teliti agar hasilnya kokoh dan tahan lama,” ujarnya.

 

Menurutnya, progres yang dicapai tidak lepas dari kolaborasi erat antara TNI dan masyarakat. “Gotong royong menjadi kekuatan utama di sini. Ini bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi juga wujud kebersamaan dalam membangun harapan,” tambahnya.

 

Warga setempat pun merasakan dampak positif dari pembangunan tersebut. Ibrahim (40), salah satu warga, mengungkapkan rasa syukurnya melihat progres nyata di lapangan. “Kami melihat sendiri bagaimana pengerjaan di sisi jembatan ini terus berjalan. Semangat TNI luar biasa dalam menjalankan amanah Presiden Prabowo dalam membangunkan kami akses ekonomi, pendidikan dan kesehatan.Kami ikut terbantu dan semakin yakin jembatan ini segera selesai,” katanya.

 

Dengan terus berlanjutnya pengecoran di sisi jembatan, diharapkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat rampung sesuai target. Kehadirannya kelak diyakini akan menjadi penghubung vital antarwilayah serta membuka akses yang lebih luas bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…