Berita

Seorang Anak Tega Habisi Nyawa Ayah Kandungnya di Desa Jorok, Polsek Utan Sigap Amankan Terduga Pelaku

×

Seorang Anak Tega Habisi Nyawa Ayah Kandungnya di Desa Jorok, Polsek Utan Sigap Amankan Terduga Pelaku

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Personel Polsek Utan Polres Sumbawa bergerak cepat mengamankan seorang pemuda berinisial GS (20) yang diduga melakukan penganiayaan berat hingga mengakibatkan ayah kandungnya, S (46), meninggal dunia. Peristiwa tragis yang dipicu oleh perselisihan keluarga ini terjadi di Desa Jorok, Kecamatan Utan, pada Selasa malam (28/04/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, setelah dikonfirmasi melalui Kapolsek Utan AKP Awaluddin, menjelaskan bahwa peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 19.00 WITA ini berawal dari perselisihan keluarga. Pihak kepolisian segera turun ke lokasi untuk meredam emosi massa dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

“Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, perselisihan bermula pada Senin (27/04), saat korban S menegur terduga pelaku GS agar mencari pekerjaan. Teguran tersebut berujung ketegangan hingga korban sempat menampar terduga pelaku. Meski pada malam harinya korban sempat membawa GS berobat ke Puskesmas karena mengeluh sakit dada, namun terduga pelaku rupanya masih memendam dendam mendalam.” jelas Kapolsek.

Puncaknya terjadi pada Selasa malam. Cekcok kembali pecah di kediaman mereka. GS yang tersulut emosi langsung mengambil pisau dapur dan menusuk dada sebelah kiri ayahnya. Paman pelaku, M, yang berusaha melerai tak luput dari serangan hingga menderita luka robek di bagian lengan dan paha. Kedua korban dilarikan ke Puskesmas Utan, namun nyawa S tidak tertolong akibat luka tusuk fatal.

Mengetahui kejadian tersebut, keluarga korban dan warga sekitar sempat tersulut emosi dan mencoba menghakimi terduga pelaku. Beruntung, kesigapan personel Polsek Utan di lokasi berhasil mengevakuasi GS dari kepungan massa untuk diamankan ke Mapolsek.

Polsek Utan juga mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah diserahkan ke Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Sumbawa pada pukul 23.25 WITA untuk penyidikan lebih lanjut. Petugas juga telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengamankan barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan pelaku.

“Pihak kepolisian terus melakukan penggalangan dan pendekatan persuasif kepada keluarga korban agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan. Masyarakat diminta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian. Saat ini, situasi di Desa Jorok terpantau aman dan dalam pengawasan ketat pihak berwajib.” pungkasnya. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…