Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahKLULombokLombok UtaraLotaraNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPelajar & MahasiswaPemerintahanPendidikanPengembangan DiriSinergitas Pemda TNI POLRI

Pramuka Milenial Lombok Utara Kobarkan Semangat Berkarya

×

Pramuka Milenial Lombok Utara Kobarkan Semangat Berkarya

Share this article

Lombok Utara, NTB — Semangat generasi muda tampak membara menyelimuti halaman SMAN 1 Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) wilayah teritorial Komado Rayon Militer (Koramil) 1606-11/Kayangan. Sebanyak ±150 peserta dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/MA se-Lombok Utara mengikuti Upacara Pembukaan Pramuka Milenial Berkarya (AMBARA) 2026, sebuah gerakan yang mendorong kaum muda untuk aktif, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman, Minggu sore (26/4/2026).

 

Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Cindrawasih yang memikat, dilanjutkan prosesi adat ambalan yang sarat makna kebersamaan dan identitas kepramukaan. Suasana khidmat terasa saat lagu Indonesia Raya dan Himne Pramuka dikumandangkan, meneguhkan semangat nasionalisme di kalangan peserta.

 

Kepala SMAN 1 Kayangan, M. H. Fatkor Rohman, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar ekstrakurikuler biasa, melainkan wadah pembentukan karakter yang wajib ada di setiap sekolah.

“Di Pramuka, kalian belajar mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Ini bekal penting untuk masa depan, bahkan membuka peluang berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

 

Camat Kayangan, Siti Rukaiyah, S.Pt., selaku pembina upacara, turut mengajak peserta menjadi agen perubahan melalui gerakan sederhana namun berdampak.

“Mari kita mulai dari hal kecil seperti ‘LISA’ Lihat Sampah Langsung Ambil. Dari Pramuka, kita bisa memberi contoh nyata kepada masyarakat,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya generasi muda menjauhi pernikahan dini dan fokus pada pendidikan serta pengembangan diri.

 

Komandan Koramil (Danramil) Kayangan, Kapten Inf Wakidi, yang turut hadir dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“AMBARA menjadi ruang strategis membentuk generasi tangguh, disiplin, dan cinta tanah air. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan mampu melahirkan pemimpin masa depan yang berkarakter kuat,” tegasnya.

 

Ketua Kwaran Kecamatan Kayangan, Imran Jayadi, menambahkan bahwa AMBARA adalah momentum memperkuat solidaritas dan kreativitas Pramuka di era digital.

“Pramuka hari ini harus adaptif terhadap teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan,” katanya.

 

Sementara itu, salah satu peserta, Budi (16), mengaku bangga bisa terlibat. “Kegiatan ini membuat kami lebih percaya diri, belajar kerja sama, dan berani tampil. Rasanya kami benar-benar dilatih jadi generasi yang siap berkarya,” ungkapnya antusias.

 

Kegiatan AMBARA 2026 bukan sekadar seremoni, namun menjadi simbol kebangkitan generasi muda Lombok Utara yang siap melangkah maju, membawa perubahan, dan menginspirasi bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…