Berita

Patroli Presisi Polsek Batukliang, Cegah Aksi Kriminalitas di Permukiman Warga

×

Patroli Presisi Polsek Batukliang, Cegah Aksi Kriminalitas di Permukiman Warga

Share this article

Lombok Tengah – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Batukliang, Polres Lombok Tengah, melaksanakan kegiatan Patroli Presisi pada Senin (27/4/2026) dini hari.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh PS KSPKT III AIPTU Robby Karuniawan bersama personel gabungan, yakni AIPDA L. Sopian Wijaya, AIPDA M. Hadyul Haqqi, dan BRIPKA Denny Kusuma A. Patroli dimulai sekitar pukul 00.30 WITA dengan menyasar wilayah rawan gangguan kamtibmas di Dusun Mertak Wareng, Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam pelaksanaannya, petugas menyasar potensi tindak kriminal 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta melakukan pemantauan di lingkungan permukiman padat penduduk. Kehadiran polisi di tengah masyarakat pada jam-jam rawan diharapkan mampu mencegah niat dan kesempatan para pelaku kejahatan.

Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada serta turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Dari hasil kegiatan tersebut, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Batukliang terpantau aman dan kondusif. Patroli ini dinilai efektif dalam mengantisipasi serta meminimalisir potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polsek Batukliang dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, guna menciptakan rasa aman dan nyaman melalui kehadiran polisi di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…