Berita

Polsek Kopang Intensifkan Patroli Dialogis, Antisipasi Balap Liar di Desa Pajangan

×

Polsek Kopang Intensifkan Patroli Dialogis, Antisipasi Balap Liar di Desa Pajangan

Share this article

Lombok Tengah – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Kopang, Polres Lombok Tengah, terus menggencarkan patroli dialogis di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu malam (26/4/2026) sekitar pukul 21.30 Wita di sepanjang Jalan Raya Desa Pajangan, Kecamatan Kopang.

Patroli yang menyasar masyarakat, pengendara sepeda motor, serta pemilik bengkel ini bertujuan untuk memberikan imbauan secara langsung terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan, khususnya dalam mencegah aksi balap liar yang kerap meresahkan warga.

Dalam kegiatan tersebut, personel yang terlibat yakni AIPDA PT Sumardana (Binmas), AIPTU Dea Supriadi (Samapta), dan AIPDA Ahmad Satriadi (Samapta). Mereka aktif berdialog dengan warga dan pemilik bengkel sepeda motor di Dusun Retot, Desa Pajangan.

Petugas memberikan imbauan agar masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas serta tidak terlibat maupun memfasilitasi kegiatan balap liar. Selain itu, warga juga diajak untuk berperan aktif dalam mencegah aktivitas tersebut dengan tidak memberikan ruang maupun dukungan terhadap pelaku.

“Balap liar sangat membahayakan keselamatan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya, serta mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar,” ujar salah satu petugas di sela kegiatan.

Polsek Kopang juga mengajak para pemuda dan pemilik bengkel untuk turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif dengan menolak segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dengan adanya patroli dialogis ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi gangguan kamtibmas, khususnya balap liar, dapat diminimalisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…