Berita

Kolaborasi Satgas Damai Cartenz dan Media Jadi Kunci Jaga Situasi Aman di Papua

×

Kolaborasi Satgas Damai Cartenz dan Media Jadi Kunci Jaga Situasi Aman di Papua

Share this article

 

Jayapura –Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 menggelar kegiatan silaturahmi dan makan bersama dengan wartawan di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (25/4) lalu, sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas informasi di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Resto Wong Solo, Jayapura, itu dipimpin oleh Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., dan dihadiri sekitar 30 jurnalis dari berbagai media lokal Papua.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Yusuf Sutejo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para insan pers atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang dan konstruktif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas informasi, khususnya di Papua, sehingga sinergi antara aparat keamanan dan insan pers perlu terus diperkuat.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk berdiskusi ringan terkait dinamika pemberitaan di Papua, termasuk tantangan dan peran media dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Menurut dia, pendekatan komunikasi yang terbuka dan humanis menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik, termasuk melalui kemitraan dengan media.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih erat dan terbuka dengan rekan-rekan jurnalis,” katanya.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa sinergi dengan media merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan operasi, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua.

“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan menyejukkan kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat demi menjaga stabilitas kamtibmas di Papua,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan insan pers dalam menciptakan suasana yang kondusif.

“Kolaborasi yang baik antara Satgas dan media akan berdampak positif dalam membangun kepercayaan publik serta menjaga situasi tetap aman dan damai,” katanya.

Ia berharap, melalui kegiatan silaturahmi ini, hubungan antara Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan media semakin solid serta mampu mendukung terciptanya Papua yang aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…