AgamaBali NusraBeritaBerita NTBDaerahKeamananLombokLombok TimurNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPelajar & MahasiswaPemerintahanPendidikanPengetahuanPersitiwaSinergitas Pemda TNI POLRI

FKDM Lotim Perkuat Kesadaran Dini Cegah Radikalisme

×

FKDM Lotim Perkuat Kesadaran Dini Cegah Radikalisme

Share this article

Lombok Timur, NTB — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan bangsa tergambar jelas dalam kegiatan sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme yang diselenggarakan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Lombok Timur di Pondok Pesantren Sirojul Ulum Mamben Daya, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan ruang dialog yang sarat makna. Para santri, tokoh agama, serta masyarakat duduk bersama mendengarkan paparan tentang pentingnya menjaga nilai toleransi dan persatuan.

Ketua FKDM Lombok Timur, Lalu Ridwan Irawan, menekankan bahwa generasi muda saat ini menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap paparan paham radikal, terutama melalui berbagai media.

Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi penyebaran paham yang dapat mengancam keharmonisan masyarakat.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Kita harus peduli, waspada, dan saling mengingatkan agar lingkungan kita tetap aman,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum, Ust. H. Ulumuddin Akmal, menyampaikan bahwa pesantren memiliki tanggung jawab moral dalam menanamkan pemahaman agama yang menyeluruh dan moderat.

Ia menjelaskan bahwa selama ini pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama selalu mengedepankan nilai keagamaan yang ramah, toleran, dan menghargai perbedaan.

Menurutnya, memahami agama secara utuh menjadi benteng kuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh ajaran ekstrem yang menyesatkan.

Kegiatan ini juga dihadiri TGH. Nukman Afdhal, Brigadir Lalu Ali, serta tokoh masyarakat Desa Mamben yang menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya menjaga stabilitas sosial.

Melalui kegiatan ini, FKDM Lombok Timur berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga setiap individu mampu menjadi penjaga kedamaian di lingkungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…