Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahEdukasiLingkunganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPelajar & MahasiswaPemerintahanPendidikanPeristiwaSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Semangat HUT Ke-80 Persit Warnai Aksi Penanaman Pohon

×

Semangat HUT Ke-80 Persit Warnai Aksi Penanaman Pohon

Share this article

Lombok Barat, NTB — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap alam terasa hangat di halaman Pura Sinar Sakti, Dusun Gondawari, Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram bersama pengurus dan anggota Persit KCK Cabang XXV Dim 1606/Mataram Koorcab Rem 162/Wira Bhakti PD IX/Udayana, aparat kepolisian, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat setempat bersatu dalam aksi menanam harapan melalui 800 bibit pohon produktif, Sabtu pagi (25/4/2026).

 

Kegiatan awali dengan apel pengecekan yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han). Dalam sambutannya, Dandim menegaskan bahwa menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan alam yang semakin terasa.

 

“Menanam pohon berarti menanam harapan. Kita tidak hanya menjaga kehidupan hari ini, tetapi juga mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ungkap Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han)., dengan penuh semangat di hadapan peserta yang berjumlah sekitar ±100 orang.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain para Perwira Staf Kodim 1606/Mataram, para Danramil jajaran, Kapolsek Narmada AKP Kadek Ariawan, Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 1606/Mataram Ny. Dini Nyarman beserta pengurus, anggota Pemuda Panca Marga (PPM) NTB, anggota Pramuka, mahasiswa PKL Poltekkes Kemenkes Mataram, Kepala Desa serta warga Dusun Gondawari Barat.

 

Suasana kebersamaan semakin terasa saat kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama sebelum seluruh peserta turun langsung menanam bibit pohon. Sebanyak ±800 pohon jenis matoa, rambutan, durian, dan sawo ditanam secara gotong royong di area sekitar Pura Sinar Sakti.

 

“Pemilihan jenis pohon produktif ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian alam, tetapi juga diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi serta sumber pangan bagi masyarakat di masa depan,” ujar Ny. Dini Nyarman, Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 1606/Mataram Koorcab Rem 162/WB PD IX/Udayana.

 

Kepala Desa Lembuak, Syamsir Kadarisman, “Bagi warga setempat, kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam rasa kebersamaan. Anak-anak Pramuka tampak antusias menggali tanah, sementara warga dan anggota TNI bahu-membahu menanam bibit dengan penuh semangat,” terangnya.

 

Dilokasi yang sama, Ketua Banjar Pura Sinar Sakti, Ketut Suarna Dwipa mengungkakan, “Momen ini menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang terjalin erat melalui aksi sederhana namun bermakna besar. Inilah gambaran yang diharpkan Sang Hyang Widhi, dengan menanam untuk merawat kehidupan, menjaga alam warisan leluhur, serta menumbuhkan harapan bagi generasi yang akan datang.” Ungkapnya.

 

Selain menjaga keseimbangan ekosistem, penanaman pohon ini juga memiliki peran penting dalam mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan. Akar pohon yang kuat diharapkan mampu menahan tanah dan menyerap air, sehingga lingkungan tetap aman dan asri.

 

“Lebih dari sekadar rangkaian peringatan HUT Persit ke-80, aksi penanaman pohon ini menjadi simbol harapan baru bahwa kepedulian terhadap alam adalah warisan terbaik bagi generasi mendatang,” tutup Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 1606/Mataram Koorcab Rem 162/WB PD IX/Udayana.

 

Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama, harapan besar pun mulai tumbuh akar-akar baru tertanam, membawa kehidupan dan masa depan yang lebih hijau bagi Lombok Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…