Berita

Kapolsek Selong Cek Lokasi Panen Jagung, Siapkan Rencana Panen Raya di Lombok Timur

×

Kapolsek Selong Cek Lokasi Panen Jagung, Siapkan Rencana Panen Raya di Lombok Timur

Share this article

LOMBOK TIMUR  — Kapolsek Selong Iptu Susana Ernawaty Djangu, SH, turun langsung melakukan pengecekan lokasi panen jagung di wilayah Kecamatan Selong. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.45 Wita ini dipusatkan di Kelurahan Kelayu Selatan.Jumat (24/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi Kanit Samapta bersama anggota. Pengecekan ini menyasar para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta pemilik lahan jagung. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolsek Selong menyambangi sejumlah lahan milik warga. Salah satunya milik Anas, warga Kelayu Selatan, dengan luas lahan sekitar setengah hektar yang berlokasi di wilayah Kelurahan Selong. Lahan tersebut diprediksi akan memasuki masa panen pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. Selain itu, Kapolsek juga mengecek lahan milik H. Sofian, warga Kelayu Utara, dengan luas sekitar 16 are yang berada di Kelurahan Kelayu Selatan. Kedua lahan tersebut dinilai memiliki potensi hasil panen yang cukup baik.

Iptu Susana Ernawaty Djangu mengatakan bahwa kegiatan pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan serta mendukung kelancaran program pertanian masyarakat. Menurutnya, sektor pertanian khususnya jagung menjadi salah satu komoditas strategis dalam menjaga ketahanan pangan. “Kami ingin memastikan bahwa proses pertanian berjalan optimal dan hasil panen dapat maksimal,” ujarnya di sela kegiatan. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara aparat dan para petani. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan hasil yang dicapai semakin meningkat.

Selain melakukan pengecekan, Kapolsek Selong juga berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari UPTD Pertanian setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar pihak PPL dapat membantu mengidentifikasi kelompok tani yang akan panen lebih awal. Hal ini berkaitan dengan rencana pelaksanaan panen raya yang akan digelar oleh pihak kepolisian. Kegiatan panen raya tersebut direncanakan berlangsung pada awal Mei dan akan dilaksanakan secara daring melalui zoom. Upaya ini menjadi bentuk dukungan nyata Polri terhadap para petani.

Lebih lanjut, Kapolsek Selong menekankan pentingnya peran aktif semua pihak dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Ia mengajak para petani untuk terus menjaga kualitas tanaman hingga masa panen tiba. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan agar aktivitas pertanian berjalan lancar. Dengan kondisi yang aman dan kondusif, diharapkan hasil pertanian dapat terus meningkat. Hal ini tentunya berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Secara keseluruhan, kegiatan pengecekan lokasi panen jagung berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban. Interaksi antara Kapolsek, PPL, dan para petani terlihat harmonis sepanjang kegiatan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan. Rencana panen raya pun menjadi momentum penting dalam meningkatkan semangat petani. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, sektor pertanian di wilayah Selong diharapkan semakin berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…