Berita

Polsek Lambu Gencarkan Patroli Blue Light, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

×

Polsek Lambu Gencarkan Patroli Blue Light, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Share this article

Kota Bima, NTB (25 April 2026) – Dalam upaya meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), personel Polsek Lambu Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light pada Jumat malam, 24 April 2026, pukul 21.00 WITA di wilayah hukumnya.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Lambu IPTU Syarifiddin menjelaskan bahwa kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Lambu bersama personel jaga.

“Sekitar pukul 21.05 WITA, personel Polsek Lambu melaksanakan patroli Blue Light dengan menyusuri sejumlah titik rawan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Adapun rute patroli dimulai dari Jalan Dum Diwu Moro menuju Desa Rato–Lanta dengan situasi terpantau aman. Selanjutnya patroli dilanjutkan ke Desa Lanta Barat, Desa Simpasai, Desa Sangga, Desa Monta Baru, hingga Desa Kaleo, Kecamatan Lambu.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga memberikan imbauan kepada para pemuda agar turut menjaga situasi kamtibmas, khususnya di sepanjang jalan lintas Desa Lanta hingga Desa Kaleo.

Tidak hanya itu, patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) juga dilanjutkan dengan menyusuri jalur lintas Desa Soro–Melayu menuju Desa Sumi dan Desa Rato, termasuk melakukan pemantauan di area SPBU.

Petugas kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta menghindari aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.

“Secara umum, situasi selama pelaksanaan patroli terpantau aman dan kondusif,” tutup Kapolsek.

Melalui kegiatan Patroli Blue Light ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Lambu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…