Berita

Polsek Rasanae Barat Laksanakan Jumat Curhat, Tampung Aspirasi dan Keluhan Warga

×

Polsek Rasanae Barat Laksanakan Jumat Curhat, Tampung Aspirasi dan Keluhan Warga

Share this article

Kota Bima, NTB (24 April 2026) – Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota kembali melaksanakan kegiatan Jumat Curhat sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat serta menyerap aspirasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 24 April 2026, sekitar pukul 09.00 WITA, bertempat di berugak rumah Ruslin Maman, Kelurahan Matakando, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Suratno menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat merupakan bagian dari Program Quick Wins Kapolri yang bertujuan membuka ruang komunikasi antara Polri dan masyarakat.

“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen warga untuk menyampaikan saran, masukan, keluhan, maupun pengaduan terkait permasalahan kamtibmas,” jelas AKP Suratno.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Rasanae Barat didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Matakando dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Penatoi. Kegiatan berlangsung dengan suasana santai dan penuh keakraban, sehingga warga dapat menyampaikan berbagai permasalahan secara terbuka.

Selain mendengarkan aspirasi masyarakat, Kapolsek Rasanae Barat juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga, khususnya kalangan petani, tukang kayu/mebel, serta tokoh masyarakat setempat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan hal-hal mencurigakan.

Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…