Berita

Petani Dusun Jogot Tersenyum, Polsek Labuapi Berikan Pendampingan Intensif untuk Amankan Stok Pangan Desa

×

Petani Dusun Jogot Tersenyum, Polsek Labuapi Berikan Pendampingan Intensif untuk Amankan Stok Pangan Desa

Share this article
Transformasi Peran Polri: Strategi Polsek Labuapi Pastikan Lahan Produktif dan Kesejahteraan Petani Terjamin

LABUAPI – Menjelang penutupan bulan April 2026, komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian semakin nyata terlihat di wilayah Lombok Barat. Langkah konkret ini ditunjukkan oleh jajaran Polsek Labuapi melalui aksi nyata Bhabinkamtibmas Desa Bagik Polak Barat yang secara konsisten melakukan pendampingan intensif terhadap para petani di Dusun Jogot, Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/4/2026) ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya strategis untuk memastikan program ketahanan pangan nasional berjalan optimal di tingkat desa. Kehadiran personel Polri di tengah sawah menjadi pemandangan yang memberikan semangat baru bagi para petani yang tengah berjuang meningkatkan produktivitas lahan mereka.

Penguatan Motivasi dan Optimalisasi Lahan Unggulan

Dalam giat sambang tersebut, Bhabinkamtibmas memfokuskan perhatian pada optimalisasi lahan persawahan, terutama pada komoditas jagung yang saat ini menjadi primadona di Dusun Jogot. Kondisi tanaman jagung di wilayah ini terpantau tumbuh sangat subur, mencerminkan pengelolaan lahan yang dilakukan secara serius oleh warga setempat dengan bimbingan teknis yang berkelanjutan.

Selain fokus pada lahan utama, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Masyarakat didorong untuk menjadi kreatif dengan menanam sayuran atau tanaman hortikultura lainnya di sekitar hunian mereka. Hal ini bertujuan agar setiap keluarga memiliki kemandirian pangan dalam skala kecil, yang secara kolektif akan memperkuat ketahanan pangan di tingkat dusun hingga desa.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas saat ini telah bertransformasi menjadi mitra strategis masyarakat dalam segala lini, termasuk ekonomi dan pangan.

“Kami menginstruksikan kepada seluruh jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus berada di tengah masyarakat guna memberikan pendampingan yang nyata. Kehadiran kami di Dusun Jogot adalah bentuk dukungan moral dan fisik agar para petani merasa memiliki teman dialog sekaligus pelindung dalam menjalankan aktivitas pertanian mereka,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa saat memberikan keterangan resminya.

Aksi Nyata di Lapangan dan Dukungan Swasembada Pangan

Dukungan yang diberikan Polri di Dusun Jogot tidak berhenti pada pemberian imbauan atau motivasi secara lisan. Di lapangan, personel Bhabinkamtibmas terlihat tak segan-segan turun langsung ke area persawahan untuk membantu warga dalam proses penanganan hasil panen. Aksi membantu mengangkat karung hingga memilah hasil pertanian ini menciptakan ikatan emosional yang kuat antara kepolisian dan warga.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah untuk mencapai target Swasembada Pangan Nasional. Menurutnya, setiap jengkal tanah yang produktif di Labuapi merupakan kontribusi penting bagi kedaulatan pangan bangsa.

“Setiap aktivitas yang dilakukan oleh para petani di Dusun Jogot merupakan kontribusi nyata bagi negara. Oleh karena itu, melalui Bhabinkamtibmas, kami terus menekankan pentingnya akselerasi program pemerintah ini. Kami ingin memastikan tidak ada lahan tidur yang tersisa dan setiap potensi yang ada bisa dikonversi menjadi kesejahteraan bagi masyarakat,” tambah Kapolsek Labuapi tersebut.

Keamanan dan Kelancaran Masa Panen

Kehadiran petugas di lapangan secara rutin juga memiliki fungsi preventif. Selain memberikan rasa aman bagi petani dari potensi gangguan keamanan di area persawahan, komunikasi yang terjalin dengan baik memungkinkan petugas untuk mendeteksi dini kendala-kendala yang dihadapi petani, seperti masalah irigasi maupun ketersediaan pupuk.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Dusun Jogot terpantau kondusif dengan ritme kerja petani yang sangat produktif. Masyarakat setempat menyambut hangat kehadiran Polri yang tidak hanya mengayomi dari sisi keamanan, tetapi juga peduli pada isi piring dan kesejahteraan ekonomi warga melalui pengawalan sektor pertanian.

Konsistensi Bhabinkamtibmas Desa Bagik Polak Barat ini diharapkan menjadi role model bagi wilayah lain di Lombok Barat dalam upaya bersama mewujudkan desa yang mandiri dan berdaulat secara pangan. Dengan sinergi yang terus terjaga antara aparat penegak hukum dan sektor agraris, optimisme menuju swasembada pangan di tahun 2026 ini kian nyata terasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…