Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahLingkunganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPariwisataPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-PolriWisata

Pantai Loco Bersinar, Kolaborasi Nyata Jaga Lingkungan Pesisir

×

Pantai Loco Bersinar, Kolaborasi Nyata Jaga Lingkungan Pesisir

Share this article

Lombok Barat, NTB – Semangat gotong royong kembali hidup di pesisir Lombok Barat (Lobar). Bertempat di Pantai Loco, Dusun Senggigi, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, pembersihan pantai menjadi bukti nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan aparat kewilayahan, Jum’at (24/4/2026).

 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Lombok Barat, M. Busyairi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Rizki Bani Adam, Camat Batulayar, personel Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari, serta anggota Polsek Batulayar. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kawasan wisata unggulan tetap bersih, sehat, dan berdaya tarik tinggi.

 

Para peserta tampak menyusuri garis pantai, memungut sampah plastik dan limbah lainnya yang terbawa arus laut. Tak sekadar aksi simbolis, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir dari ancaman pencemaran.

 

Kadis LHK Lobar, M. Busyairi, menegaskan bahwa kebersihan pantai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban bersama. “Pantai Senggigi adalah wajah pariwisata Lombok Barat. Jika kita ingin wisatawan datang dan kembali, maka kebersihan dan keindahan harus kita jaga bersama,” ujarnya.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Kadis Kelautan dan Perikanan, Rizki Bani Adam, yang menekankan bahwa laut yang bersih akan berdampak langsung pada keberlanjutan sumber daya perikanan dan ekonomi masyarakat pesisir.

 

Di sisi lain, kehadiran TNI-Polri melalui Koramil 1606-07/Gunungsari dan Polsek Batulayar menambah semangat kebersamaan di tengah masyarakat. “Aksi ini tidak hanya mempererat sinergi antarinstansi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk cinta terhadap daerah sendiri,” tegas Komandan Koramil  (Danramil) 1606-07/Gunungsari, Kapten Inf Hamdan.

 

“Kegiatan pembersihan Pantai Loco ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.” Tambah Danramil.

 

Dari tumpukan sampah yang dikumpulkan, terselip harapan besar bahwa Pantai Senggigi akan terus bersinar sebagai destinasi unggulan yang bersih, indah, dan membanggakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…