Berita

Sinergi Petani dan Pemerintah, Penanaman Jagung di Terara Dukung Ketahanan Pangan Nasional

×

Sinergi Petani dan Pemerintah, Penanaman Jagung di Terara Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Share this article

Lombok Timur – Kegiatan penanaman jagung bersama Kelompok Tani Ingin Bahagia dan UPT Pertanian Kecamatan Terara dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026, bertempat di Dusun Rungkang, Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 Wita dan berlangsung hingga pukul 10.30 Wita dengan situasi yang aman, tertib, dan lancar. Penanaman dilakukan di lahan seluas kurang lebih 1,5 hektar milik Asban Adi Aini, S.P. Jagung yang ditanam menggunakan bibit jenis Pinoner P27 Gajah.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian, khususnya di wilayah Kecamatan Terara. Kehadiran UPT Pertanian bersama kelompok tani menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan petani dalam mengembangkan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, ditekankan perlunya sinergitas antara petani, pemerintah, serta pihak terkait lainnya guna menjaga keberlanjutan hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. UPT Pertanian bersama kelompok tani juga diharapkan terus melakukan pendampingan, pemantauan, serta perawatan tanaman secara intensif agar hasil panen dapat optimal.

Selain itu, petugas turut memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama proses kegiatan pertanian berlangsung. Pemilik lahan dan kelompok tani juga diingatkan untuk selalu memperhatikan faktor keamanan serta keselamatan kerja dalam setiap aktivitas pertanian.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sektor pertanian di Kecamatan Terara semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…