Berita

Karate Piala Kapolri 2026: Ajang Nasional Cetak Karateka Berkelas Dunia

×

Karate Piala Kapolri 2026: Ajang Nasional Cetak Karateka Berkelas Dunia

Share this article

 

Tangerang – Kejuaraan bergengsi Karate Piala Kapolri 2026 siap digelar dan menjadi ajang unjuk kemampuan para atlet dari seluruh penjuru Tanah Air.

Event bertajuk National Open Karate Championship ini membuka kesempatan luas bagi para karateka untuk berkompetisi di level nasional dengan kuota terbatas sebanyak 1.000 peserta.

Pendaftaran telah dibuka sejak 1 April 2026 dan akan berlangsung hingga 20 Juni 2026. Para peserta diwajibkan mengirimkan formulir pendaftaran sekaligus menyelesaikan proses pembayaran untuk memastikan keikutsertaan dalam turnamen ini.

Sebelum pertandingan dimulai, panitia akan menggelar technical meeting pada 24 Juni 2026 yang bertempat di GOR Nambo Jaya Sport Center, Kota Tangerang, Banten.

Pertemuan ini bertujuan memberikan penjelasan teknis terkait aturan pertandingan, pembagian kategori, serta hal-hal penting lainnya kepada seluruh kontingen.

Sementara itu, pertandingan utama dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Juni 2026, di lokasi yang sama. Kejuaraan ini dipastikan akan menghadirkan persaingan ketat, mengingat antusiasme peserta yang tinggi dan keterbatasan kuota.

Ketua panitia, Kombes pol Dr. Dewa Wijaya, menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet karate nasional.

“Kami ingin kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet potensial dari seluruh Indonesia. Dengan sistem yang profesional dan transparan, kami berharap dapat melahirkan karateka yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Kombes Dewa juga mengimbau para peserta untuk segera mendaftar mengingat kuota yang terbatas.

“Antusiasme peserta sangat tinggi, kami sarankan untuk tidak menunda pendaftaran agar tidak kehabisan slot,” tambahnya.

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet karate berprestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…