Berita

Polres Bima Kota Imbau Petani Jagung Jaga Kualitas Hasil Panen Agar Mendapat Harga Tinggi

×

Polres Bima Kota Imbau Petani Jagung Jaga Kualitas Hasil Panen Agar Mendapat Harga Tinggi

Share this article

Kota Bima, NTB (21 April 2026) – Polres Bima Kota terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani jagung, dengan memberikan edukasi dan imbauan agar menjaga kualitas hasil panen sehingga memperoleh harga jual yang tinggi.

Melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Lelamase, Polsek Rasanae Timur Polres Bima Kota, Aipda Arif Rahman, dilakukan pemantauan proses penjemuran jagung milik warga hasil panen di wilayah So Rida Rombo, Kelurahan Lelamase, pada Senin, 20 April 2026, sekitar pukul 14.00 WITA.

Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi penjemuran jagung milik warga Kelurahan Lelamase, Kota Bima, sebagai bentuk pendampingan dan perhatian Polri terhadap para petani binaan.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa Bhabinkamtibmas Kelurahan Lelamase melaksanakan pemantauan langsung terhadap proses penjemuran jagung warga hasil panen di So Rida Rombo.

Selain melakukan pemantauan, Bhabinkamtibmas juga memberikan informasi kepada para petani mengenai kriteria jagung yang dapat diterima oleh Bulog, mulai dari kadar air, tingkat kekeringan, hingga kebersihan hasil panen.

“Petani diimbau agar memperhatikan kualitas jagung, terutama proses penjemuran, sehingga hasil panen memenuhi standar yang ditetapkan Bulog dan bisa memperoleh harga jual yang lebih tinggi,” jelas Ipda Baiq Fitria Ningsih.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Arif Rahman juga memberikan edukasi serta imbauan kepada para petani binaan agar menjual hasil panennya ke Bulog Bima. Hal ini disampaikan karena harga yang ditawarkan Bulog dinilai lebih tinggi dan relatif stabil dibandingkan harga yang diberikan para tengkulak.

Dengan menjual hasil panen ke Bulog, diharapkan pendapatan petani dapat meningkat dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani jagung di wilayah Kelurahan Lelamase, semakin baik.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Polres Bima Kota dalam mendukung sektor pertanian serta mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…