Berita

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Perkuat Kamtibmas Lewat Silaturahmi dengan Warga dan Staf Desa

×

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Perkuat Kamtibmas Lewat Silaturahmi dengan Warga dan Staf Desa

Share this article

Bima, NTB (21 April 2026) – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Kuta, Polsek Wawo, Polres Bima Kota, Aiptu Adhar melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama warga dan staf desa.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, sekitar pukul 09.45 WITA, bertempat di Dusun Manggodo, Desa Kuta, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Wawo Iptu Iksan menjelaskan bahwa kegiatan silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya Bhabinkamtibmas dalam menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat serta pemerintah desa.

“Bhabinkamtibmas Desa Kuta melaksanakan giat silaturahmi dengan warga Dusun Manggodo dan staf Kantor Desa Kuta guna mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Adhar juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Selain itu, koordinasi dengan staf desa juga dilakukan untuk memperkuat sinergitas antara Polri dan pemerintah desa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat secara cepat dan tepat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…