Bali NusraBencanaBencana AlamBeritaBerita NTBBinkamDaerahLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanPeristiwaSinergitas Pemda TNI POLRISosialTNI-Polri

Angin Kencang Rusak Rumah, Warga Kekeri Bangkit Bersama

×

Angin Kencang Rusak Rumah, Warga Kekeri Bangkit Bersama

Share this article

Lombok Barat, NTB – Terpaan angin puting beliung mengguncang Dusun Kekeri Barat dan Kekeri Timur, Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WITA ini meninggalkan jejak kerusakan pada belasan rumah warga, sekaligus menghadirkan ujian bagi ketangguhan masyarakat setempat, Senin (20/4/2026) sore.

 

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kekeri, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari, Sertu Gufron, bergerak cepat melakukan monitoring dan pendataan di lokasi terdampak. Bersama unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, serta relawan, kehadiran aparat menjadi penopang awal bagi warga yang terdampak.

 

Data sementara mencatat satu unit rumah mengalami rusak berat milik Andi Irawan di Dusun Kekeri Timur. Sementara itu, 12 rumah lainnya mengalami rusak ringan yang tersebar di dua dusun terdampak. Meski kerusakan cukup signifikan, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp75 juta.

 

Di tengah suasana pascabencana, kepedulian langsung hadir melalui penyaluran bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Lobar pada malam harinya, sekitar pukul 21.55 WITA. Bantuan berupa selimut, makanan siap saji, perlengkapan keluarga hingga terpal diserahkan kepada warga guna meringankan beban mereka.

 

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DINSOSPPPA) Lobar, Arief Suryawirawan, S.Si., Apt., MPH, menegaskan komitmen pemerintah dalam merespons cepat setiap bencana. “Kehadiran kami guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Ini bukan hanya soal bantuan logistik, tetapi juga memastikan mereka tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ujarnya.

 

Perwakilan BPBD Lobar, Toni Hidayat, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan lanjutan. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat,” jelasnya.

 

Kepala Desa Kekeri, Sultan, S.Pd, menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi semua pihak.
“Kehadiran TNI, Polri, dan pemerintah daerah sangat membantu warga kami. Ini menjadi bukti kuatnya kebersamaan dalam menghadapi bencana,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Komandan Koramil (Danramil) 1606-07/Gunungsari, Kapten Inf Hamdan, menegaskan kesiapan TNI dalam membantu masyarakat. “Kami akan terus berada di tengah masyarakat, membantu pemulihan serta memastikan kondisi tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

 

Bencana ini menjadi pengingat bahwa di balik terpaan alam, selalu ada kekuatan kebersamaan yang tumbuh. Warga Kekeri kini mulai bangkit, memperbaiki rumah dan harapan mereka, dengan semangat gotong royong yang tak pernah padam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…