Berita

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Patroli Rutin, Himbau Pekerja Pelabuhan Jaga Kamtibmas

×

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Patroli Rutin, Himbau Pekerja Pelabuhan Jaga Kamtibmas

Share this article

Kota Bima, NTB (12 Maret 2026) – Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima melaksanakan patroli rutin guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di area Pelabuhan Laut Bima, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 09.27 WITA.

Patroli tersebut menyasar para pekerja di kawasan pelabuhan, seperti buruh pelabuhan, Anak Buah Kapal (ABK), sopir, pedagang serta masyarakat yang sedang beraktivitas di area Pelabuhan Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M. melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima IPTU Yakkub menjelaskan bahwa kegiatan patroli dilakukan bersamaan dengan aktivitas bongkar muat barang campuran yang dilakukan oleh para buruh di area pelabuhan.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Kawasan tidak hanya melakukan pemantauan situasi keamanan, namun juga memberikan imbauan kamtibmas kepada para pekerja pelabuhan dan masyarakat yang berada di lokasi.

Petugas mengingatkan kepada para buruh, sopir, pedagang serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Bima agar tidak menyimpan, membawa maupun menguasai senjata tajam (sajam), serta tidak mengonsumsi maupun menjual minuman keras (miras) yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban.

“Patroli ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengingatkan agar seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” jelas Kapolsek.

Melalui patroli dan himbauan yang diberikan oleh personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima, para buruh, ABK kapal, sopir serta masyarakat yang berada di lokasi menyatakan memahami dan siap ikut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima.

Kegiatan patroli rutin ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat guna menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif di kawasan strategis seperti Pelabuhan Laut Bima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…