Berita

Bhabinkamtibmas Desa Adu Pantau Hasil Panen Jagung Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

×

Bhabinkamtibmas Desa Adu Pantau Hasil Panen Jagung Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Share this article

Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional menuju Indonesia Emas 2045, Bhabinkamtibmas Desa Adu melaksanakan kegiatan pemantauan hasil panen jagung milik warga binaan di wilayah Desa Adu, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 11.20 WITA.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Adu, Brigadir Wahyudin, dengan memantau aktivitas warga binaan yang sedang menjemur hasil panen jagung milik Ibrahim (45) yang memiliki lahan seluas sekitar 1 hektare.

Dari hasil pemantauan diketahui bahwa jagung yang ditanam menggunakan varietas NK Sumo dengan usia tanaman sekitar 130 hari dan menghasilkan panen dengan estimasi sekitar 9 ton jagung pipilan kering (JPK).

Dalam kesempatan tersebut, Brigadir Wahyudin juga memberikan motivasi dan semangat kepada petani agar terus mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber peningkatan ekonomi keluarga serta masyarakat di sekitarnya.

Ia juga mengimbau kepada warga binaan agar terus berinovasi dalam memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap para petani tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian. Dengan kerja keras serta pengelolaan yang baik, hasil panen dapat memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar,” ujar Brigadir Wahyudin.

Sementara itu, Kapolsek Hu’u IPDA Samsul Rizal menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam sektor ketahanan pangan.

“Bhabinkamtibmas kami dorong untuk terus aktif turun ke lapangan, berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memantau kegiatan pertanian warga. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi serta mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional,” jelas IPDA Rizal.

Di tempat terpisah, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika memberikan apresiasi atas peran aktif para Bhabinkamtibmas yang terus mendampingi masyarakat, khususnya para petani di wilayah binaannya.

“Kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Selain menjaga keamanan, Polri juga hadir untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” ungkap IPTU Nyoman.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…