Berita

Kapolres Bima Kota Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Forkopimda, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

×

Kapolres Bima Kota Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Forkopimda, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Share this article

Kota Bima, NTB (08 Maret 2026) – Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto Banu Kristanto, S.I.K., M.M. menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Bima, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, Sabtu (7/3/2026) pukul 17.30 WITA.

Kegiatan yang berlangsung di Mako Polres Bima Kota tersebut mengusung tema “Bersama Wujudkan Situasi Kamtibmas yang Aman, Damai dan Kondusif”. Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergitas, serta membangun komunikasi yang harmonis antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan elemen pemuda sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E. yang mewakili Wali Kota Bima, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.I.Kom., M.Sc., perwakilan Kejaksaan Negeri Bima Heru Kamarullah, S.H., M.H., Kepala KSOP Kelas IV Bima M. Junaidin, S.E., M.M., Wakapolres Bima Kota Kompol Herman, S.H., Plt Asisten I Pemerintah Kota Bima Hj. Suharni, S.E., Wadanyon C Pelopor Sat Brimob Polda NTB AKP Agung Budi Laksono, S.I.K., para Kapolsek jajaran Polres Bima Kota, Ketua MUI Kota Bima H. Ahmad Mahmud, S.Ag., Ustadz Abdul Haris, S.Pd.I, para camat se-Kota dan Kabupaten Bima, para lurah se-Kota Bima, serta perwakilan universitas dan organisasi kepemudaan.

Dalam sambutannya, Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto Banu Kristanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut.

“Di waktu menjelang berbuka puasa ini, meskipun kita sedang menahan lapar dan dahaga, Bapak-bapak sekalian masih menyempatkan diri untuk hadir memenuhi undangan kami di Polres Bima Kota. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan kebersamaan kita semua,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Bima Kota juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Bima terkait berbagai pemberitaan yang berkembang dalam beberapa minggu terakhir ini.

“Atas nama Kepolisian Negara Republik Indonesia, kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan tugas masih terdapat kekurangan dan hal-hal yang belum maksimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres menegaskan bahwa permasalahan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga hingga pemerintah daerah.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah, serta aparat keamanan sangat penting dalam mendeteksi dan mencegah peredaran narkoba sejak dini di lingkungan masyarakat.

“Di desa ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Jika ada informasi sekecil apa pun terkait peredaran narkoba, segera laporkan kepada mereka agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

dalam bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Kapolres juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap aman dan kondusif.

“Mari kita jadikan momen Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat silaturahmi, serta memperkuat komitmen kita dalam memberantas narkoba dan menjaga generasi muda dari bahaya tersebut,” pungkasnya.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut berlangsung penuh keakraban serta menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kota dan Kabupaten Bima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…