Bali NusraBeritaBinkamKamtibmasKeamananKLULombokLombok UtaraLotaraNewsNTB One TerkiniSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Babinsa Mumbulsari Ajak Warga Jaga Kamtibmas Saat Ramadhan

×

Babinsa Mumbulsari Ajak Warga Jaga Kamtibmas Saat Ramadhan

Share this article

Lombok Utara, NTB – Suasana malam di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, terasa hangat dengan kebersamaan antara aparat teritorial dan masyarakat. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Mumbulsari, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-03/Bayan, Serka Muh Adimudin, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga binaan guna membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan, Sabtu malam (7/3/2026).

Kegiatan Komsos tersebut menjadi ruang dialog yang akrab antara Babinsa dan masyarakat. Dalam suasana santai namun penuh makna, Serka Muh Adimudin mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif selama umat Muslim menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, bulan Ramadhan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga saat yang tepat memperkuat kepedulian sosial serta kebersamaan antarwarga.

“Selama bulan Ramadhan biasanya aktivitas masyarakat berubah, terutama pada malam hari. Karena itu, kita perlu meningkatkan kewaspadaan bersama agar lingkungan tetap aman dan tertib,” ujar Serka Muh Adimudin.

Ia juga mengingatkan warga agar terus menjaga kerukunan, saling menghormati antar sesama, serta menghindari kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Menurutnya, keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.

“Partisipasi warga sangat penting. Dengan saling peduli dan saling mengingatkan, kita bisa menciptakan suasana Ramadhan yang aman, nyaman, dan penuh kedamaian,” tambahnya.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari warga. Muji (30), salah satu warga Desa Anyar, mengaku senang dengan perhatian Babinsa terhadap keamanan lingkungan mereka.

“Kami sangat senang Babinsa sering datang berdiskusi dengan warga. Kehadiran beliau membuat kami merasa lebih diperhatikan dan semakin semangat menjaga keamanan lingkungan,” kata Muji.

Ia juga menuturkan bahwa warga turut berperan aktif mengingatkan para remaja agar menjaga sikap selama bulan suci Ramadhan, sehingga suasana desa tetap kondusif dan penuh rasa saling menghormati.

Melalui komunikasi sosial yang rutin dilakukan Babinsa, diharapkan hubungan antara aparat dan masyarakat semakin erat. Kebersamaan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah kehidupan masyarakat desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…