Berita

Undangan Buka Puasa Berujung Penganiayaan, Tim Opsnal Polres Sumbawa Ringkus Dua Pria di Unter Iwes

×

Undangan Buka Puasa Berujung Penganiayaan, Tim Opsnal Polres Sumbawa Ringkus Dua Pria di Unter Iwes

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Tim Opsnal Polres Sumbawa berhasil mengamankan dua pria terduga pelaku penganiayaan di Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes. Penangkapan yang dilakukan pada Jumat malam (06/03/2026) ini merupakan tindak lanjut cepat atas laporan warga yang menjadi korban kekerasan dengan modus undangan buka puasa bersama.

Kedua terduga pelaku yang diamankan berinisial SB (37) dan SP (25) Keduanya merupakan warga Desa Kerato yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan buruh lepas.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, setelah dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Iptu Andy Nur Rosihan Alfajri, S.Tr.K, membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa memilukan ini menimpa korban berinisial MY (29) pada Rabu (04/03/2026) sore. Awalnya, korban merasa senang karena dihubungi oleh pelaku via WhatsApp untuk diajak berbuka puasa bersama di rumah terduga pelaku SP.

Namun, setibanya di depan rumah tujuan, suasana hangat berbuka puasa sama sekali tidak terlihat. Korban justru langsung diinterogasi secara intimidatif mengenai keberadaan sepeda motor milik SP yang hilang.

“Korban mengaku tidak tahu-menahu soal motor tersebut. Namun, para pelaku tidak terima dengan jawaban korban dan langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi menggunakan tangan mengepal,” ujar Kasat.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian bibir serta cedera di bagian dalam hidung. Merasa keberatan, korban pun segera melayangkan pengaduan resmi ke Polres Sumbawa. Merespons aduan tersebut, Kanit Pidum Aiptu Arifin Setioko, S.Sos., melakukan penyelidikan intensif dan melaporkan keberadaan pelaku kepada Kasat Reskrim IPTU Andy.

Sesuai arahan pimpinan, pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WITA, Tim Opsnal bergerak menuju Dusun Sering. Tanpa perlawanan berarti, kedua terduga pelaku berhasil diciduk di kediaman mereka masing-masing.

“Dalam interogasi singkat di lapangan, kedua pelaku akhirnya mengakui perbuatannya telah memukul korban secara bersama-sama karena emosi terkait masalah motor tersebut,” tambah Iptu Andy.

Saat ini, kedua terduga pelaku telah digelandang ke Mako Polres Sumbawa dan diserahkan ke piket penyidik Sat Reskrim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian menegaskan bahwa segala bentuk tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan di mata hukum. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…