Berita

Polres Loteng Imbau Pengguna Jalan Waspadai Jalan Amblas di Montong Ajan. ‎ ‎

×

Polres Loteng Imbau Pengguna Jalan Waspadai Jalan Amblas di Montong Ajan. ‎ ‎

Share this article

‎Lombok Tengah, (NTB) – Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Tengah melaksanakan pengecekan Jalan amblas diduga akibat cuaca buruk di Dusun Lancing, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Sabtu (28/2).
‎
‎Pengecekan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, AKP Wulan Sucianur, S.Tr.K., S.I.K., M.Si bersama personel Satlantas dan berkoordinasi lintas instansi dengan BPBD Provinsi NTB serta PUPR NTB.
‎
‎Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung di titik kerusakan STA 21.000 serta melaksanakan pemasangan barrier dan rambu peringatan di tiga titik lokasi guna mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas.
‎
‎Kasat Lantas AKP Wulan Sucianur, S.Tr.K., S.I.K., M.Si menyampaikan kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan roda empat apabila melintas di jalan tersebut agar mengurangi kecepatan, tetap fokus, dan mematuhi rambu-rambu peringatan yang telah dipasang di sekitar lokasi jalan amblas.
‎
‎Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak berhenti atau berkerumun di sekitar lokasi karena dapat mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi membahayakan keselamatan apabila terjadi jalan amblas susulan.
‎
‎”Hasil koordinasi dengan instansi terkait akan dilakukan penanganan darurat berupa pemasangan tanggul bronjong atau batu ikat serta penimbunan pada titik terdampak. Situasi arus lalu lintas saat ini terpantau dalam keadaan aman dan lancar,” ungkapnya.
‎
‎Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan melaksanakan patroli dan monitoring berkala di lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif. Apabila terjadi pergeseran atau penurunan lanjutan pada badan jalan, tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan sistem buka tutup jalur demi keselamatan bersama.
‎
‎”Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, berhati-hati dalam berkendara, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan para pengguna jalan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…