Berita

Patroli Blue Light Turjawali Sat Samapta Polres Bima Kota Jaga Kamtibmas Malam Hari

×

Patroli Blue Light Turjawali Sat Samapta Polres Bima Kota Jaga Kamtibmas Malam Hari

Share this article

Kota Bima, NTB (07 Maret 2026) – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Personel Unit Turjawali Sat Samapta Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light pada Jumat malam, 6 Maret 2026 sekitar pukul 21.30 WITA.

Kegiatan patroli tersebut menyasar sejumlah titik di wilayah hukum Polres Bima Kota, di antaranya kawasan Masjid Terapung dan Kelurahan Tanjung, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto Banu Kristanto, S.I.K., M.M melalui Kasat Samapta IPTU Kamarudin, S.H menjelaskan bahwa kegiatan Patroli Blue Light ini dilaksanakan oleh personel Unit Turjawali Sat Samapta Polres Bima Kota sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, personel patroli tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi patroli.

Petugas mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Selain itu, patroli juga difokuskan untuk mengantisipasi terjadinya berbagai tindak pidana seperti penyalahgunaan narkoba, membawa senjata tajam, penjambretan, peredaran minuman keras (miras), serta berbagai tindak kejahatan lainnya seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor (3C).

Kasat Samapta menegaskan bahwa kegiatan Patroli Blue Light ini merupakan salah satu upaya Polres Bima Kota dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya pada malam hari.

Dengan adanya patroli rutin tersebut, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bima Kota tetap aman, tertib dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…