Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahLombokLombok BaratNasionalNewsNTBOlahragaPelajar & MahasiswaPemerintahanPendidikanPengembangan DiriPeristiwaSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Babinsa Karang Bayan Salurkan Bantuan Olahraga untuk Santri

×

Babinsa Karang Bayan Salurkan Bantuan Olahraga untuk Santri

Share this article

Mataram, NTB — Kepedulian terhadap generasi muda terus diwujudkan oleh jajaran TNI melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Karang Bayan, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada, menyerahkan bantuan alat olahraga berupa bola voli dan sepak bola kepada Pimpinan Pondok Pesantren Berkah Tibyanul Falah, H. Abdulah Sutriadi, Lc., di Desa Karang Bayan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Jum’at (30/1/2026).

 

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Babinsa Karang Bayan didampingi Kepala Desa Karang Bayan, Sudarti serta Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesos), disambut antusias oleh para santri dan pengurus pondok pesantren. Bantuan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berolahraga sekaligus memperkuat karakter disiplin, kebersamaan, dan sportivitas di kalangan santri.

 

Babinsa Karang Bayan, Pelda (K) Nyoman Tri Ary Susanti menyampaikan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat jasmani dan rohani. Menurutnya, santri bukan hanya perlu dibekali ilmu agama, tetapi juga didukung aktivitas fisik yang menunjang tumbuh kembang mereka secara seimbang. “Kami ingin santri di sini tumbuh menjadi generasi yang kuat, sehat, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

 

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Berkah Tibyanul Falah, H. Abdulah Sutriadi, Lc, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kepedulian Babinsa dan pemerintah desa. Ia menilai bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler santri. “Ini bukan sekadar bantuan alat olahraga, tetapi bentuk perhatian dan motivasi agar anak-anak kami lebih semangat dalam belajar dan berprestasi,” tuturnya.

 

Sudarti, Kepala Desa Karang Bayan juga menyampaikan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tercipta generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Babinsa dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah binaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…