Berita

‎Polres Loteng Selidiki Kasus Penemuan Orok Bayi di Jalan Bypass Sengkol. ‎

×

‎Polres Loteng Selidiki Kasus Penemuan Orok Bayi di Jalan Bypass Sengkol. ‎

Share this article

‎Lombok Tengah, (NTB) – Kepolisian Resor Lombok Tengah melalui Polsek Pujut melakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan orok bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di pinggir Jalan Bypass, Dusun Jomang, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Minggu (25/01).
‎
‎Kapolsek Pujut IPTU M. Muhtar, S.H. menyampaikan penemuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.50 WITA oleh dua orang saksi, yakni Firman Siagian Saputra (19) dan Sigit Sugianto (15), keduanya warga Dusun Kadik, Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut.
‎
‎“Pada saat itu, kedua saksi hendak mencari jamur di area persawahan dan melintasi jalan bypass. Mereka melihat sebuah bungkusan plastik warna biru di pinggir jalan. Setelah dibuka, ternyata berisi orok bayi,” jelas Kapolsek Pujut.
‎
‎Mengetahui isi bungkusan tersebut, kedua saksi kemudian memindahkan plastik berisi orok bayi sekitar tiga meter dari lokasi awal dan membuka seluruh isinya. Selanjutnya, mereka memberitahukan kejadian tersebut kepada warga yang sedang berolahraga lari pagi serta pengguna jalan yang melintas.
‎
‎”Mengetahui informasi tersebut kami langsung melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan Puskesmas Sengkol guna penanganan awal. Orok bayi tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Sengkol untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
‎
‎Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata IPTU M. Muhtar, S.H. bayi diperkirakan lahir sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WITA dini hari dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 1,1 kilogram, panjang 40 cm serta diperkirakan berusia sekitar enam bulan dalam kandungan (BBLR).
‎
‎”Ditemukan adanya handscol (peralatan medis) pada bagian pusar bayi yang diduga digunakan saat proses persalinan. Kondisi bayi diketahui sudah dimandikan, namun terdapat memar di bagian leher serta betis kiri dan kanan yang diduga akibat proses persalinan yang tidak wajar,”tegasnya.

Selanjutnya orok bayi di bawa oleh team Inafis polres lombok tengah Personel PPA polres lombok tengah dan Personel reskrim ke rumah sakit bhayangkara guna proses selanjutnya.
‎
‎Kapolsek Pujut menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa ini agar segera melaporkan kepada pihak Kepolisian guna membantu proses penyelidikan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…